PAN: Birokrasi Sudah Gemuk, Stafsus untuk Apa?

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Jokowi resmi mengangkat 7 staf khusus presiden pada Kamis (21/11). Namun, langkah baru tersebut dinilai bertentangan dengan kebijakan efisiensi birokrasi yang dicanangkan Jokowi.

Anggota Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan, sebenarnya pembantu presiden sudah banyak dalam mengelola pemerintahan. Mulai dari para menteri, wakil menteri, staf kepresidenan, jurubicara, hingga staf rumah tangga kepresidenan.

“Jumlahnya tidak sedikit,” kata Saleh kepada wartawan di Jakarta, hari ini. Ia khawatir penambahan stafsus itu hanya akan menciptakan kerumitan di dalam pemerintahan.

“Dikhawatirkan, para staf khusus tersebut akan semakin membuat gemuk birokrasi di lingkungan Istana,” kata dia.

Saleh menegaskan, Jokowi Harus menjelaskan secara detil tugas dan fungsi stafsus kepada publik. Menurut dia, keberadaan mereka selama ini belum ‘terlihat’.

“Saya tidak pernah dengar aktivitasnya. Mungkin bisa saja karena saya yang kurang mengikuti. Tapi mestinya, kalau gerakan dan aktivitasnya jelas, semua orang pasti akan tahu. Ini rasa-rasanya nggak seperti itu,” ujar Saleh.

Kemarin, Jokowi memperkenalkan 7 staf khusus muda. Mereka adalah Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru, Putri Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur, Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha, dan Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke.

Kemudian, Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise, dan terakhir Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here