Din Nilai Gerakan Politik Umat Islam Terbagi Dua Pola

Nahdlatul Wathan (NW)
Ribuan massa dari organisasi Islam Nahdlatul Wathan (NW) berkumpul di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (18/9). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof Din Syamsuddin mengatakan, dalam konteks gerakan politik, umat Islam Indonesia terbagi kepada dua pola. Pertama, mereka yang setuju dengan perjuangan politik bersifat formal, kedua tidak setuju dan lebih setuju ke perjuangan yang sifatnya substantif.

“Karena umat Islam juga banyak yang di PDIP, Golkar, Nasdem, Demokrat, Hanura dan lain sebagainya,” kata Din usai Rapat Pleno Wantim ke-45 di kantor MUI, Jakarta, Rabu (27/11).

Kemudian, Din berspekulasi atas banyaknya umat Islam yang tak setuju dengan perjuangan politik bersifat formal. Pertama, karena ketidaksetujuan, kedua, lebih melirik partai lain dan ketiga partai-partai berbasis massa Islam tidak sepenuhnya membela kepentingan Islam dan umat.

“Banyak ya, saya tidak tahu. Sebagai akademisi, saya perlu dalami satu per satu, saya tidak secara spesifik ahli partai Islam ya,” ujarnya.

Din menyatakan penyebab rendahnya minat umat Islam bergabung ke dalam partai berbasis massa Islam tidak dapat dilihat secara sepintas. Namun, ia mengakui ada kesenjangan antara angka demografis umat Islam dengan angka politis.

“Itu sudah dari dulu. Masyumi partai Islam tunggal tahun 1950-an itu kan hanya 43 persen. Sementara umat Islamnya 88 persen,” ujar dia.

“Berarti, ada sebagian umat Islam, kalau tidak sebagian besar atau lebih dari seperdua yang tidak memilih perjuangan politik lewat partai-partai yang menggunakan nama Islam secara formal,” sambungnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here