Setuju Pileg-Pilpres Dipisah, Demokrat Singgung Ratusan Petugas KPPS Tewas

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, setuju dengan usulan Partai Golkar mengenai pemisahan pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). Ia beralasan pemisahan itu penting agar rakyat tidak kebingungan saat berada di bilik suara.

“Kami memang sudah punya kesimpulan bahwa memang untuk pemilu ke depan lebih bagus itu pilpres dan pileg itu dipisahkan,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/12).

Ia mengatakan, hasil Pemilu bisa tidak maksimal jika pileg dan pilpres digabung. Apalagi, jika pemilih sudah berusia sepuh, tentu memerlukan waktu lama.

- Advertisement -

“Banyak (alasan harus dipisah). Pertama, rakyat bingung, ini mana yang pilpres mana yang pileg. Karena bingung, jadi tidak maksimal,” kata Syarief.

Kendala lain jika digabung adalah masalah sosialisasi pemilu. Terbukti, pada Pemilu 2019 lalu mayoritas masyarakat hanya fokus pada pilpres saja dan seolah tidak ada pileg. Padahal keduanya sangat penting karena berkaitan dengan legislatif dan eksekutif

“Kedua, menyosialisasikan pilpresnya atau pilegnya itu bingung juga, mana ini yang mau disosialisasikan? Pileg atau pilpres? Sementara dua-duanya penting. Jadi lebih bagus memang dipisahkan. Ya biar fokus, kasihan rakyatnya,” ujarnya.

Masalah lain yang muncul adalah kelelahan. Meski sifat dasar manusia, tapi pada Pemilu 2019 ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia.

Data Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan tiap provinsi mencatat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa. Jumlah korban sakit dan meninggal tersebut hasil investigasi Kemenkes di 28 provinsi per tanggal15 Mei 2019.

“Bayangkan itu, penghitungan suara itu dihitung sampai pagi. Ternyata banyak yang berguguran kan, banyak (petugas) yang meninggal. Jadi banyak efeknya yang harus kita hindari,” ucap Syarief.(EP)

Berita terkini

Nasihat untuk Para Wartawan Muslim

Seorang wartawan bertanya kepada ustadz tentang hukum profesi yang digelutinya. Bolehkah bekerja menjadi wartawan dalam Islam? Demikian inti pertanyaannya yang ditujukan kepada Ustadz Ammi Nur...
- Advertisement -
ads2 mekarsari

Gubernur Gorontalo Larang Warga Tinggal di Rumah akibat Banjir Bandang

Indonesiainside.id, Gorontalo - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melarang warganya tinggal di rumah akibat banjir bandang yang melanda pada Jumat malam (3/7). “Sekarang yang kita lakukan...

12 Calon Pengantin di Nunukan Terdeteksi Positif Narkoba

Indonesiainside.id, Nunukan - Sebanyak 12 calon pengantin terdeteksi positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sepanjang...

Menteri Luar Negeri Pakistan Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Islamabad-- Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi hari Jumat (3/7) dinyatakan positif virus corona baru. Menulis di akun twitter, Shah Mahmood mengabarkan...

Berita terkait

MPR dan PBNU: RUU HIP Harus Dicabut dan Diganti RUU BPIP

Indonesiainside.id, Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sepakat bahwa RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) harus dicabut. Sebagai...

Baleg DPR: RUU HIP Tak Bisa Begitu Saja Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Willy Aditya, menjelaskan, RUU Haluan Ideologi Pancasila tidak bisa begitu saja dikeluarkan dari Program...

Tommy Soeharto dan Muchdi PR Bersaing di Munaslub Berkarya

Indonesiainside.id, Jakarta - Presidium Penyelamat Partai Berkarya bakal segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Munaslub itu direncanakan bakal digelar pada 11 Juli 2020. Muchdi...

Gerindra Minta KPU Patuhi Putusan MK, Larang Pecandu Narkoba Maju Pilkada

Indonesiainside.id, Jakarta - Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah menolak calon kepala daerah dari mantan pengguna dan bandar...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here