Soal UU Perlindungan Simbol Agama, DPR: Bukan Hanya Islam, Pendeta-Hindu Juga

Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Agama dan Simbol Agama tidak hanya dikhususkan kepada pemula agama Islam. Tapi tokoh agama lain seperti Kristen, Hindu, maupun Budha juga akan dilindungi.

“Tidak hanya Ustaz, tapi semua simbol agama. Baik Pendeta, Budha, Hindu semuanya dilindungi. Jadi enggak boleh ada persekusi,” kata Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/12).

Yandri mengatakan, pengusul RUU tersebut yakni Fraksi PKS, PKB, dan PPP telah menyiapkan naskah akademiknya. Dengan demikian, RUU itu dianggap layak untuk dijadikan sebagai daftar prolegnas yang akan dibahas DPR.

“Tapi belum priorutas 2020, walaupun nanti dibahas, mungkin dari sisi judul juga akan berubah,” kata dia.

Politikus PAN itu mengatakan, RUU tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan konsep warga negara setara di mata hukum. Ia menyebut RUU itu lahir dari fenomena yang terjadi selama ini. Misalnya, adanya dugaan kriminalisasi terhadap penceramah agama.

“Jadi kalau ada dinamika menurut sekelompok warga negara, ada sesuatu hal yang ingin dituangkan dalam sebuah peraturan yang lebih tinggi maka nggak jadi masalah,” ucapnya.

Apalagi, kata dia, RUU itu tetap akan dibahas di DPR sebelum pengambilan keputusan akhir di Sidang Paripurna. DPR juga pasti mengundang semua stakeholder yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam RUU itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here