Pesan Kiai NU ke PKS: Pakai Aswaja, Insya Allah Menang

Pakar Aswaja NU, KH Idrus Ramli. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pakar Aswaja NU, KH Idrus Ramli, menjadi salah satu pemateri dalam diskusi publik bertajuk “Penguatan Orientasi Fiqh dan Wasathy” di Gedung DPP PKS, Jakarta, akhir pekan lalu. Dalam kesempatan itu, dia menyatakan sepakat bahwa fikih yang wasathiy atau moderat adalah yang paling pas diterapkan di Nusantara.

Idrus menyebut fikih wasathiy sudah dipakai sejak awal dakwah masuk di Indonesia. Menurut dia, dakwah masuk ke Indonesia menuai sukses luar biasa dan dicatat dalam literatur ulama Timur Tengah sebagai dakwah yang tidak menggunakan futuhat atau peperangan.

“Di Indonesia tidak menggunakan peperangan tapi pernikahan dan cara-cara yang moderat pada zaman itu termasuk dengan hikmah para ulama sufi,” ujar Idrus.

Dia menuturkan, kunci kemenangan umat Islam itu ada dua yakni beriman dan beramal saleh. Iman dan amal saleh itu terangkum dalam fikih akbar dan fikih asghar.

“Saya bilang kepada kawan-kawan PKS, jika ingin menang maka keduanya harus dipegang yakni fikih akbar dan fikih asghar, ini harus sama-sama ahlusunah wal jamaah. Itu adalah hakikat manhaj yang wasathiy, manhaj yang moderat, insya Allah menang,” ucap alumni Pondok Pesantren Sidogiri itu.

Idrus pun menceritakan pengalamannya bersama PKS. Saat diundang PKS Batam, beberapa waktu lalu, acaranya dimeriahkan dengan hadrah dan selawat. Idrus pun sempat bertanya dari mana hadrah tersebut didatangkan.

“Ternyata orang-orang PKS sendiri (yang mendatangkannya). Berarti sudah NU ya orang-orang PKS,” tuturnya yang disambut gelak tawa peserta diskusi.

“Kita ini dakwah, PKS ini punya potensi masa depan yang bagus, potensinya besar, maka dari itu kita tuh orang Aswaja harus dominan di PKS, mengapa? ini untuk mengawal bangsa Indonesia ke depan,” katanya.

Ketua Dewan Syariah Pusat PKS KH Surahman Hidayat mengatakan, acara diskusi tersebut selain sebagai sarana silaturahim dengan para pakar dan ulama, juga menjadi sarana silatul fikr atau tukar pikiran. “Selain sebagai sarana silaturahim dan silatul fikr, juga istifadah dari para pakar, ulama, bagaimana menguatkan iltizam komitmen kita di PKS sebagai partai dakwah. Iltizam dengan fikih wasathiy,” ujar Surahman.

Diskusi tersebut juga dihadiri oleh Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Aljufrie; Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Prof Muhammad Amin Suma; Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Syamsul Anwar, serta; ulama lainnya. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here