Prolegnas Harusnya Mengejar Kualitas Bukan Kuantitas Saja

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Djadijono, menilai prolegnas 2020-2024 hanya menunjukkan upaya 'tancap gas' bukan kualitas. Foto: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Djadijono, menilai prolegnas 2020-2024 hanya menunjukkan upaya ‘tancap gas’ dari segi jumlah tanpa memperhatikan kinerja buruk legislasi periode sebelumnya. Artinya DPR hanya mengejar kuantitas yang belum tentu juga akan terealisasi dari jumlah prolegnas jangka menengah 2020-2024 sebanyak 248 Rancangan Undang-Undang (RUU).

Dari jumlah itu, terdapat 50 RUU prolegnas dan telah disahkan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (17/12). Ini lebih cepat jika dibandingkan dengan DPR periode 2014-2019, RUU prolegnas prioritas baru dapat diputuskan pada tahun kedua masa jabatannya yakni Februari 2015.

“Prolegnas 2020-2024 dan prioritas 2020 masih mempertahankan watak DPR yang lebih terpesona dengan jumlah RUU daripada kualitas,” kata Djadijono di Kantor Formappi, Jakarta, Kamis (19/12).

Padahal, salah satu rekomendasi pada evaluasi kinerja legislasi DPR 2020-2024 pada 6 November 2019 adalah menyusun prolegnas yang sederhana tetapi mementingkan kualitas. Dengan jumlah prolegnas yang cukup banyak, DPR periode ini masih mengulangi model perencanaan legislasi yang buruk dari periode sebelumnya.

Dia menjelaskan, komposisi pengusul dari 248 RUU prolegnas prioritas adalah 120 atau 48 persen dari DPR, 44 atau 18 persen dari pemerintah, 23 atau 23 persen berasal dari DPS, 33 atau 13 persen usulan bersama DPR dan Pemerintah, dan 19 atau 8 persen usulan bersama DPR dan DPD. Selain itu, 1 RUU atau 1 persen usulan bersama Pemerintah dan DPD dan 8 atau 3 persen usulan bersama (DPR, Pemerintah, dan DPD).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here