Dinilai Sukses ‘Mengerjai’ KPK, Demokrat: Partai Banteng Bukan Kaleng-Kaleng

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Foto: Gesuri.com

Indonesiainside.id, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik, mencatat sejumlah kejanggalan dalam kasus suap PAW yang menyeret eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Kasus itu juga turut melibatkan staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Saeful Bahri, dan Caleg partai banteng itu, Harun Masiku.

Kejanggalan pertama ada pada penggeledahan. Rachland merasa aneh karena penggeledahan diumumkan akan dilakukan pada pekan depan setelah Dewan Pengawas KPK setuju. Ini berpotensi hilangnya barang bukti.

Selain itu, tim KPK juga gagal menggeledah ruangan Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta pada Kamis (9/1). Padahal, KPK memiliki wewenang penuh atas hal itu.

“Penggerebekan ditangkis di Kampus Ilmu Kepolisian, pengirimnya balik disekap. Partai Banteng bukan kaleng-kaleng,” kata Rachland melalui laman resminya, Selasa (14/1).

Dia lalu menghubungkan dengan target PDIP memenangkan 60 persen Pilkada serentak 2020. Ia menilai target itu sangat kecil bagi Megawati Soekarnoputri. Sebab, usai OTT Wahyu bukan tidak mungkin PDIP menang 95 persen.

“Para calon pemimpin daerah mana yang tak mau antre jadi kader, setelah partai ini unjuk diri sukses memiting KPK?” seru Rachland menyindir PDIP.

Kejanggalan lainnya adalah Harun Masiku yang sampai hari ini masih menjadi buronan KPK. Harun bahkan sudah sudah kabur ke luar negeri pada 6 Januari atau dua hari sebelum OTT Wahyu Setiawan

Padahal, Harun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri.

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, meyakini pihak imigrasi maupun interpol tidak mampu menemukan Harun. Akan tetapi, sosok yang memilki kuasa atas nasib Harun adalah Hasto Kristiyanto.

“Di mana Harun Masiku? Cuma Hasto yang bisa menemukan keberadaannya. Info yang kami terima, sejak sebelum adanya tangkap tangan, yang bersangkutan memang sedang di luar negeri,” ujar Andi Arief. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here