Komisi II Tegur Ketua KPU: Pak Arief, Jangan Nunduk Aja

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kiri) menyampaikan paparan dalam rapat bersama Komisi II DPR di kompleks Parlemen, jakarta, Senin (11/11/2019). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi II DPR, Johan Budi, menegur Ketua KPU, Arief Budiman, yang tidak semangat mengikuti RDP di Komisi II. Rapat itu untuk membahas persiapan Pilkada 2020 dan beberapa isu aktual di internal KPU.

“Sebenarnya saya bersemangat bertanya kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP, tetapi Pak Arief wajahnya lemas, Pak Ilham, Ibu Evi juga menunduk terus dari tadi,” kata Johan di ruang Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (13/1).

“Tetap semangat Pak. Jadi, kejadian kemarin apakah itu musibah atau bencana, cobaan atau hukuman, tidak penting lagi,” lanjut dia mengingatkan kasus eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan, tak perlu dipikirkan secara mendalam.

Johan mengaku ingin menanyakan banyak kepada KPU. Salah satunya mengenai integritas KPU dalam mengawal demokrasi.

Dia mengatakan, semua komisioner terindikasi tidak berintegritas ketika KPK menangkap Wahyu. Dia juga menyebut, KPU selalu mengampanyekan Pemilu berintegritas, tapi ternyata kenyataannya tidak seperti itu.

“Pak Arief, jangan manggut-manggut saja, tegak pak, jangan tunduk. Nanti kita akan ketahuan siapa saja yang bermain, satu komisioner ataukah komisioner yang lain mencicipi,” kata dia.

Dia lalu meminta agar KPU segera mengganti Wahyu Setiawan. Ini agar pelaksanaan Pilkada serentak 2020 berjalan dengan baik.

“Yang kedua, ternyata modus operandinya baru tahu ini Pak Arief. Kalau dulu komsionernya itu bermain di pengadaan barang dan jasa, ternyata ada modus baru. Baru atau sudah lama, baru ketahuan sekarang, saya juga enggak tahu. Ternyata bisa juga dimainkan juga oleh komisioner,” ujar dia. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here