Djarot Ungkap Peran Yasonna dalam Pembentukan Tim Hukum untuk Kasus PDIP

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, memastikan nama Yasonna Laoly tidak masuk dalam tim hukum yang dibentuk partainya, beberapa waktu lalu, untuk menghadapi perkara dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, posisi Yasonna tidak lebih sebagai ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Perundang-undangan yang membentuk tim hukum itu.

“Kamu (wartawan) lihat dalam SK (surat keputusan pembentukan tim hukum) itu, dia (Yasonna) tidak masuk dalam tim hukum. Cuma sebagai ketua DPP yang menandatangani SK tim hukum,” kata Djarot ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (22/1).

Beberapa waktu terakhir, publik menyoroti posisi Yasonna sebagai menteri hukum dan HAM yang seolah-olah memainkan peran ganda sebagai petugas partai untuk membela kasus hukum yang menjerat kader PDIP. Karena posisi yang serbasalah itulah, Djarot menjelaskan bahwa posisi Yasonna sebenarnya tidak masuk dalam tim hukum PDIP.

Dia menegaskan, jika ada yang menyebut Yasonna masuk dalam tim itu, maka bisa dipastikan pendapat tersebut tidak benar karena DPP PDIP sudah menyampaikan banyak klarifikasi terkait isu itu. Menurut Djarot, DPP PDIP bukannya tidak mau melibatkan Yasonna dalam tim hukim itu, melaikan karena sang menteri memang tidak boleh terlibat.

“Kita paham kok, kondisi beliau. Tapi sebagai ketua DPP yang menandatangani SK itu, pasti adalah ketua dan sekjen. Jadi beliau menandatangani sebagai ketua DPP Bidang Hukum,” dalih Djarot.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga angkat bicara mengenai posisi Harun Masiku, politikus PDIP yang jadi tersangka kasus suap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Djarot mengaku partainya tidak mengetahui informasi mengenai keberadaan Harun yang ternyata sudah berada di Jakarta sejak 7 Januari 2020.

“Kami tahu dari berita. Ya sudah, tugasnya KPK dan kepolisian untuk bisa menemukan yang bersangkutan,” katanya.

Ketika ditanya posisi kaderisasi Harun di partai berlambang benteng itu, Djarot meminta wartawan melemparkan pertanyaan tersebut kepada Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun. “Tanya ke Pak Komarudin. Kalau seperti itu ya enggak,” ujar Djarot. (AIJ)

Berita terkait

Maria Pauline Sukses Diekstradisi, Mahfud MD: Terima Kasih Serbia

Indonesiainside.id, Jakarta - Maria Pauline Lumowa (MPL) sudah di-rapid test dan memperoleh keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan Serbia sebelum diserahkan kepada pemerintah Indonesia, dalam...

Erick Thohir Datangi Gedung KPK, Ini Tujuannya

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu(8/7). Erick akan berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi...

RDP di Gedung KPK, ICW: Apa Yang mau Disembunyikan?

Indonesiainside.id, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan KPK yang digelar di Gedung KPK, Jakarta, Selasa(7/7)....

RDP Komisi III Digelar di Kantor KPK, Memang Bisa?

Indonesiainside.id, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni ingin agar Komisi III DPR dapat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi...

Kader PDIP Saeful Bahri Sudah Dieksekusi ke Sukamiskin, Harun Masiku Masih Buron

Indonesiainside.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi kader PDI Perjuangan (PDIP) Saeful Bahri ke Lapas Klas I Sukamiskin Bandung berdasarkan putusan yang...

Berkali-kali Tidak Hadir, Buron Djoko Tjandra Beralasan Sakit

Indonesiainside.id, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Djoko Tjandra untuk kedua kalinya dengan alasan pemohon tidak dapat...

KPK Panggil Dua Mantan Petinggi PT DI

Indonesiainside.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin ini memanggil dua mantan petinggi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam penyidikan kasus suap kegiatan penjualan...

KPK Setor Rp500 Juta ke Kas Negara dari Perkara Pembangunan Jalan Muara Enim

Indonesiainside.id, Jakarta - KPK menyetor Rp500 juta ke kas negara yang merupakan uang denda dan pengganti dari perkara Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan...

Berita terkini

Buron 17 Tahun, Pembobol BNI Maria Pauline Tiba di Tanah Air

Indonesiainside.id, Jakarta - Buronan pembobol kas Bank BNI senilai Rp1,2 triliun (sebelumnya disebut Rp1,7 triliun) Maria Pauline Lumowa tiba di Tanah Air melalui Terminal...
ads3 mekarsari

Pengacara: Habib Bahar Jalani Sidang Perdana Gugatan Pencabutan Asimilasi

Indonesiainside.id, Jakarta - Kuasa Hukum Habib Bahar bin Smith, Ikhwan Tuankotta menjalani sidang perdana gugatan perdata atas pencabutan asimilasi kliennya dengan tergugat Kepala Badan...

Pemkot Bekasi Terbitkan Panduan Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

Indonesiainside.id, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 451/4323-Setda.Kessos Tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M....

Maria Pauline Sukses Diekstradisi, Mahfud MD: Terima Kasih Serbia

Indonesiainside.id, Jakarta - Maria Pauline Lumowa (MPL) sudah di-rapid test dan memperoleh keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan Serbia sebelum diserahkan kepada pemerintah Indonesia, dalam...

Berita utama

Maria Pauline Sukses Diekstradisi, Mahfud MD: Terima Kasih Serbia

Indonesiainside.id, Jakarta - Maria Pauline Lumowa (MPL) sudah di-rapid test dan memperoleh keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan Serbia sebelum diserahkan kepada pemerintah Indonesia, dalam...

Maria Pauline Lumowa Tiba di Bandara Soetta

Indonesiainside.id, Jakarta - Buronan kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa akhirnya tiba di Bandara Soekarno Hatta,Tangerang, Kamis (9/7). Maria dibekuk oleh NCB Interpol...

Syarief Hasan: Saya Minta Presiden Tegas Menolak RUU HIP, Bukan Ganti Nama Jadi RUU PIP

Indonesiainside.id, Jakarta - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta presiden untuk secara tegas mengumumkan kepada masyarakat bahwa pemerintah menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Dia...

Kota Bekasi Capai Zona Hijau, Rahmat: Kalau Ada Kasus Baru, Infrastruktur Kita Terpenuhi

Indonesiainside.id, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengklaim Kota Bekasi kini sudah masuk zona hijau Covid-19 dengan indikator angka penyebaran kasus yang semakin...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here