Aktivis Antikorupsi: KPK Tak Usah Ikut-Ikutan Diare

Ketua KPK Firli Bahuri memasak nasi goreng di acara Silaturahmi Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/1/2020).Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Aktivis antikorupsi dari Seknas Fitra, Badi’ul Hadi, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ikut-ikutan diare dalam mengusut jaringan tersangka korupsi Harun Masiku. Kader PDI Perjuangan itu sudah menghilang sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2020, padahal keberadaannya di Indonesia.

“Kita berharap KPK bekerja lebih profesional untuk menampik asumsi masyarkat selama ini,bahwa KPK mulai diare, mulai tidak punya arah,” ucap Badi’ul dalam sebuah diskusi di Kantor Formappi, Jakarta, Jumat (24/1).

Menurut dia, pimpinan KPK harus membuktikan bahwa mereka masih bisa bekerja secara profesional mengusut kasus Harun. Meski pun, kata dia, dalam proses pengusutan lembaga antirasuah itu harus berhadapan dengan kekuatan politik partai penguasa.

“Ini menjadi ujian pertama bagi KPK, karena kasus ini nuansa politiknya sangat kental, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi KPK dan pembuktian bagi pimpinan KPK yang baru bahwa mereka mampu memenuhi ekspetasi publik bahwa KPK hari ini tidak dikebiri oleh sistem politik kita,” tutur dia.

Dia lalu meminta partisipasi masyarakat untuk terus mengawal kasus tersebut. Sebab, ini berkaitan dengan sistem demokrasi yang mulai dikebiri oleh partai pemenang pemilu.

“KPK harua serius menangani dan membongkar seterang-benderangnya kasus ini, sehingga pertanyaan publik apakah ada tokoh di balik kasus ini terbongkar,” tutur dia.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here