PKS soal Wagub DKI: Keputusan Politik Sepahit Apapun Harus Kita Terima

mardani ali sera
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lewat Ketua DPP Mardani Ali Sera mengaku legawa atas terpilihnya Ahmad Riza Patria sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Meskipun pahit, Mardani menyadari setiap pertandingan akan ada yang kalah dan menang.

Kendati begitu, kata dia, PKS akan tetap mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan mengutamakan kemaslahatan warga. Terlebih, gubernur dan wakil gubernur sebelumnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno diusung PKS.

“Selama sesuai prosedur dan dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan tidak ada money politic kita harus menerima keputusan politik sepahit apapun. Ada waktunya publik akan memberi kepercayaan pada PKS,” kata Mardani kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Selasa (7/4).

“Program baik pasti didukung. Program buruk pasti diingatkan dan dinasihati,” ujarnya.

Mengenai Pasal 26 ayat 4 UU Pemerintah Daerah yang menyatakan; untuk mengisi kekosongan jabatan wakil kepala daerah, maka dapat diajukan wakil yang berasal dari partai politik atau gabungan partai politik dan menjadi hak PKS serta Gerindra, Mardani menyebut ini bagian dari dinamika politik. Meskipun, PKS lebih berhak atas kursi wagub ketika Sandiaga maju menjadi Cawapres Prabowo pada pemilu 2019.

“PKS selalu berpolitik dengan etika dan hingga akhir kami bahagia dengan politik etika ini. Apa yang ada jadi pembelajaran kita bersama ke depannya,” tuturnya.

Sementara, politikus PKS lain, Tifatul Sembiring bercerita soal awal mula lahirnya duet Anise-Sandi. Awalnya PKS dan Gerindra sepakat mengusung Sandiaga-Mardani. Namun, Jusuf Kalla yang kala itu menjabat wakil presiden mengajukan Anies dan disetujui Prabowo Subianto.

“Setelah itu, Pak Mardani diminta mundur. Awalnya koalisi Gerindra-PKS. Setelah Sandi maju cawapres, kan janjinya wagub untuk PKS,” kata Tifatul di akun Twitter miliknya.

“Memang kalau dari awal udah enggak niat, susah. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak akan percaya,” tulis Tifatul. (ASF)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here