Ulama dan Kiai Sampang Bakar Bendera PKI

ulama sampang bakar bendera pki
Belasan ulama dan kiai Sampang, Madura, membakar bendera Partai Komunis Indonesia (PKI). Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id, Sampang – Aksi protes dilakukan sejumlah ulama dan kiai di Sampang, Madura, Jawa Timur. Mereka khawatir idak dimasukkannya larangan komunisme dalam Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Belasan ulama itu secara demonstratif membakar bendera berwarna merah dengan gambar palu-arit kuning (lambang Partai Komunis Indonesia/PKI) di depan Gedung DPRD Sampang, Selasa (19/5). Sebelum membakar bendera, para ulama sempat melakukan dengar pendapat dengan DPRD setempat.

“Kami lakukan pembakaran bendera komunis ini didasari oleh kekhawatiran. Ada satu pasal yang hilang dalam Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang larangan komunis di Indonesia,” kata KH Yahya Hamiduddin di Sampang.

Dengan suara lantang dia meminta agar paham komunis tak lagi tumbuh di Indonesia. Ia menegskan, sama sekali tidak ada ruang bagi eksistensi PKI di negeri ini. Keberadaan komunis dianggapnya sebagai ancaman bagi kesatuan negara dan ideologi Pancasila.

Ketua DPRD Sampang, Fadol, berpandangan bahwa kekhawatiran ulama itu sah-sah saja. Namun, dia minta hal itu hendaknya tidak diekspresikan secara berebihan.

“Pada waktu itu MPRS merupakan lembaga tertinggi negara. Jadi Tap MPRS itu dibuat oleh lembaga tertinggi negara pada 1966. Nah sekarang tidak ada lagi lembaga tertinggi negara. Adanya hanya lembaga tinggi negara. Itu sebabnya Tap MPRS larangan komunis itu tidak bisa dihapus oleh lembaga tinggi mana pun,” paparnya.

Ia berpesan agar wara dan seluruh komponen rakyat Sampang tetap tenang. Sekali lagi ia minta agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis yang bisa berurusan dengan hukum. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here