Refleksi 22 Tahun Reformasi, Analis: Saat Ini Karpet Merah Hanya Untuk Pemodal

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berencana melonggarkan pembatasan sosial di sejumlah daerah yang mengalami penurunan Covid-19. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun memberi catatan refleksi perjalanan reformasi. Menurut dia, gagasan reformasi hadir bukan untuk memberi karpet merah bagi aktivis untuk mendapat madu kekuasaan.

“Apalagi ada yang merasa sebagai generasi yang tidak diinginkan, karena tidak mendapatkan madu kekuasaan atau karena merasa diabaikan. Bukan itu, tapi rakyat jelata harus dimuliakan,” kata Ubedilah, Kamis (21/5).

Ia menilai, soal kekuasaan, di era ini tak ada yang gratis karena demokrasi pasar, demokrasi citra yang berbiaya mahal sengaja dibuat rezim untuk mereka yang dinilai memiliki kapasitas dan ‘isi tas’ yang tak terbatas. Itu artinya memberi karpet merah pada intervensi besar pemilik modal (oligarki ekonomi).

“Diskursus gagasan reformasi yang dilakukan berbulan-bulan pada waktu itu secara substantif sesungguhnya untuk menghadirkan demokrasi, menegakkan hak asasi, menjunjung tinggi nalar konstitusi, menghadirkan kesejahteraan rakyat, menegakkan keadilan, dan memberantas korupsi,” katanya.

Ubedilah menuturkan, banyak pemikir yang dirujuk aktivis tahun 90-an tentang pentingnya menghadirkan demokrasi. Dari ‘pemikir kiri’ (Marxian), ‘pemikir kanan’ (berbasis agama), ‘pemikir nasionalis’ (Soekarnois), hingga pemikir moderat pluralis seperti Robert Dahl.

Dalam buku Democracy and Its Critics (Robert Dahl, 1989) yang di era Soeharto buku ini banyak menjadi bahan diskursus mahasiswa FISIP mengingatkan bahwa sebuah sistem sudah bisa dikatakan demokratis sepenuhnya jika ada effective participation by citizens dan voting equality among citizens. Dua kriteria ini saja tidak terlihat pada praktik politik dimasa orde baru karena yang terjadi adalah pseudo democracy, demokrasi semu.

“Karenanya agenda demokratisasi menjadi agenda utama gerakan reformasi disamping agenda mewujudkan kesejahteraan rakyat,” katanya.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here