Jutaan Data Pemilih Diduga Bocor, KPU Langsung Lakukan Pemeriksaan

kpu
Kantor KPU Pusat di Kawasan Menteng Jakarta. Foto: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan pengecekan sehubungan dengan keamanan server data milik penyelenggara pemilu itu. Ini terkait dengan dugaan jutaan data warga yang diretas.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Azis, di Jakarta, Jumat (21/5), mengatakan bahwa KPU langsung mengecek data internal mereka sejak adanya klaim peretasan tersebut. “KPU sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi internal (server data) dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan kemudian,” kata Viryan Azis.

Terkait dengan unggahan salah satu akun media sosial mengenai kebocoran data pemilih itu, menurut Viryan, data tersebut merupakan soft file. Itu daftar pemilih tetap Pemilu 2014.

“Soft file data KPU tersebut (format pdf) dikeluarkan sesuai dengan regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka. Picture ini berdasarkan meta datanya tanggal 15 November 2013,” paparnya.

Menyinggung soal jumlah datar pemilih tetap pada Pemilu Presiden 2014, dia mengatakan bahwa data itu tidak sampai 200 juta jiwa, tetapi 190 juta jiwa. Sebelumnya, pada hari Kamis (21/5) peretas mengklaim telah membobol 2,3 juta data warga Indonesia dari KPU.

Informasi itu datang dari akun @underthebreach. Sebelumnya akun itu  mengabarkan kebocoran data e-commerce Tokopedia di awal bulan ini.

“Aktor (peretas) membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data itu termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya,” cuit @underthebreach.

Akun itu juga menyebutkan bahwa data tersebut tampaknya merupakan data tahun 2013. Tidak hanya itu, peretas juga mengklaim akan membocorkan 200 juta data lainnya. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here