Fraksi PKS Usul Enam Catatan untuk RUU Pemilu

Ilutrasi pemilu. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi II DPR RI tengah menyusun draf RUU Pemilu dan memasuki tahap penyampaian usul/masukan Fraksi-Fraksi. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan Fraksi-nya mengajukan sejumlah usulan sekaligus catatan kritis atas isu-isu krusial draf RUU Pemilu yang sedang disusun dengan berpijak pada sejumlah argumentasi.

Pertama, sistem pemilu proporsional terbuka. Menurut Jazuki, tidak ada sistem yang ideal, tapi sistem pemilu proporsional terbuka yang selama ini berjalan lebih menjamin demokrasi dan memastikan representasi yang lebih kuat bagi rakyat. Relasi konstituensi antara rakyat dan wakilnya lebih baik karena rakyat dapat memilih langsung siapa yang layak mewakilinya dan memperjuangkan aspirasinya.

“Inilah semangat yang kita perjuangkan sejak reformasi 1998,” kata dia, Kamis (11/6).

Fraksi PKS, lanjutnya, menyadari negativitas sistem pemilu apapun (baik terbuka atau tertutup) adalah praktik politik uang atau jual beli suara. Maka bersama dengan pemberlakuannya perlu ditekankan sistem integritas pemilu dengan aturan politik uang yang semakin ketat, pendidikan dan kampanye antipolitik uang yang semakin kuat serta penegakan hukum yang tegas.

Kedua, parliamentary threshold (PT) DPR 5 persen. PKS, kata dia, ingin penyederhanaan partai politik dan sistem kepartaian, namun hal itu harus dilakukan secara bertahap atau gradual dan tidak drastis atau terlampau tinggi.

Dengan demikian secara alami bisa menumbuhkan kesadaran politik masyarakat pemilih dan partai politik sendiri. Baik masyarakat dan parpol tidak ada yang merasa dipasung dan dimatikan paksa hak-hak politik dan aspirasinya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here