Tommy Restui Kader Partai untuk Menjewer Anggota yang Ingin Munaslub

Tommy Soeharto
Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dalam pembukaan rapat pleno di gedung Granadi. Foto: Ahmad ZR/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), memberikan restu kepada DPP dan DPW Partai Berkarya untuk melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas). Tujuannya untuk “menjewer” atau memberhentikan anggota yang terlibat dalam rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Hal ini untuk menertibkan sikap kader yang tidak sesuai AD/ART partai.

“Atas izin dari semua kader partai Berkarya hari ini, saya akan mengambil tindakan tegas untuk mencabut keanggotaan, sebagai pengurus, maupun sebagai majelis tinggi kepeda oknum-oknum tersebut,” kata Tommy pada pembukaan rapat pleno di gedung Granadi, Kuningan, Jakarta, Rabu (8/7).

Ia menekankan semua kader merapatkan barisan, melakukan perbaikan-perbaikan, melakukan revitalisasi kepengurusan agar kedepannya Partai Berkarya makin solid. Strategi operasional dalam bentuk program aksi diupayakan untuk mencapai keunggulan bersaing.

Baca Juga:  Partai Berkarya Surati KPU, Bawaslu dan Ombudsman RI

Bahwa organisasi dikatakan masih meraih suatu keunggulan apabila dapat memanfaatkan peluang-peluang dari lingkungannya, yang memungkinkan organisasi untuk menarik keuntungan-keuntungan dari bidang-bidang yang menjadi kekuatannya.

“Termasuk aktivitas organisasi partai politik, strategi akan digunakan untuk meraih keunggulan yang berkelanjutan dalam mencapai tujuan politiknya. Berbagai prinsip manajemen dan pengelolaan sumberdaya organisasi akan sangat luas penggunaan dan penerapannya, termasuk bagaimana sebuah organisasi politik meraih suara dari konstituennya atau masyarakatnya,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, menyampaikan bahwa Partai Berkarya, memiliki strategi operasional yang diwujudkan dalam rencana atau program aksi partai. Rencana aksi ini disusun dengan menggunakan konsep yang efektif dan realistis, yang diharapkan dapat menjamin pencapaian pemenangan dalam kontestasi Pemilu.

Baca Juga:  Partai Berkarya Surati KPU, Bawaslu dan Ombudsman RI

Maka, Partai Berkarya dapat terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, utamanya dalam mengaktualisasikan apa yang menjadi visi dan misi Partai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Rapat Pleno ini sudah memenuhi quorum karena dihadiri 33 DPP se-Indonesia, 45 DPW, dewan penasehat, dewan mahkamah tinggi, dan sudah dibuka oleh ketum,” katanya.

Pada Rapat Pleno, Priyo melempar dan meminta pandangan, tanggapan kepada para peserta Rapat Pleno terkait presideum yang ingin melaksanakan Munaslub. Semua peserta yang hadir menginginkan agar oknum tersebut diberhentikan secara tidak terhormat, dengan mencabut keanggotaan dari Partai Berkarya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here