Sekali Lagi, MPR Peringatkan Presiden: Ambil Langkah Tegas soal RUU HIP

syarif-hasan
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan. Foto: Istimewa

Indonesiainside,id, Jakarta – Pimpinan MPR kembali memberikan peringatan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah tegas terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). MPR juga secara langsung meminta Presiden Joko Widodo agar segera bersikap.

“Dalam pertemuan tadi, kami mewakili MPR RI, Partai Demokrat, dan rakyat Indonesia mendorong agar Presiden Jokowi mengambil langkah tegas untuk menolak dan menghentikan pembahasan RUU HIP,” kata Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan terkait hasil pertemuan Pimpinan MPR RI dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu (8/7).

Dengan tegas, politikus senior Partai Demokrat ini menyatakan RUU HIP hanya menurunkan derajat Pancasila. RUU ini juga mendegradasi, mereduksi, dan mendistorsi Pancasila. Bahkan menyebabkan polarisasi dan membuka keran masuknya ideologi lain ke dalam Indonesia melalui RUU HIP.

Untuk itu, Syarif menyarankan agar Presiden Jokowi segera mengirimkan surat balasan untuk menolak membahas RUU HIP ini agar RUU ini tidak dilanjutkan. “Masyarakat pun membutuhkan kejelasan terkait sikap Pemerintah terhadap RUU HIP ini”, kata mantan menteri koperasi dan UKM ini.

Dalam kesempatan tersebut, menurut dia, Presiden Jokowi menyampaikan akan menugaskan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mewakili Presiden RI untuk menyampaikan sikap resmi terkait RUU HIP pada (22/7/2020) mendatang. Dan Menkopolhukam akan memperhatikan usulan dari Demokrat ini.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Pimpinan MPR RI bersama Presiden RI Jokowi juga membahas mengenai persiapan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI. Sidang ini direncanakan akan dilaksanakan secara virtual pada Jumat, (14/8/2020). Tak hanya itu, pertemuan ini juga membahas beberapa isu-isu penting yang sedang dibicarakan secara luas di masyarakat. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here