Refly Harun: Jokowi Mulai Membangun Klan Politik

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi putra sulung presiden, Gibran Rakabuming Raka (kanan) beserta keluarga memberikan keterangan pers terkait wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo di rumah duka, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pakar Hukum dan Tata Negara, Refly Harun, menilai Presiden Joko Widodo tengah membangun klan politik. Itu ditandai dengan terpilihnya putran sulung Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wali kota Solo dari PDI Perjuangan.

“Saya kira ini fenomena yang terjadi di mana-mana, dan saya kira adala awal dari Jokowi membangun klan politiknya,” kata Refly melalui akun Youtube-nya, Sabtu (19/7).

Selain Gibran yang maju di Solo, menantu Joko Widodo, Bobby Nasution, turut maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan. “Sudah ada Bobby Nasution, sudah dicalonkan di Pilwakot Meda. Sudah ada rekomendasi dari Partai Golkar, itu partai besar,” ucap Refly.

Tak hanya itu, Refly menilai tak menutup kemungkinan Adik Gibran, Kaesang Pangarep, bakal masuk ke kancah politik. “Kemudian nanti kita lihat adiknya Gibran, kalau sudah cukup usia bisa jai juga terjun ke politik, atau jangan-jangan nanti dia menggantikan Gibran dan Gibran naik menjadi gubernur,” ucap dia.

Kendati begitu, Refly mengatakan, perkiraan mengenai klan politik itu tergantung setelah masa akhir jabatan presiden Joko Widodo berakhir pada 2024. Dia menyebut faktor Jokowi setelah 2024 tidak akan kuat lagi, kecuali ada pergeseran yang luar biasa di PDI Perjuangan.

“Megawati step down, tiba-tiba yang menggantikan sebagai ketua umum itu bukan Puan Maharani tetapi Jokowi,” ucap Refly. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here