Tokoh Intelijen Senior Prediksi Sengketa Pilkada 2020 Meningkat

Tokoh Intelijen, Suhendra Hadikunto. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pendiri Hadiekuntono’s Institute, Suhendra Hadikuntono yang juga tokoh intelijen senior, memprediksi sengketa hasil Pilkada 2020 yang akan digelar serentak pada 9 Desember akan meningkat dibanding pilkada sebelumnya.

Ia mencatat, hasil Pilkada 2015, dari 264 daerah, lebih dari separuh atau sebanyak 152 calon mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Begitu pun Pilkada 2017, dari 101 daerah, 60 calon kepala daerah mengajukan sengketa.

Sementara untuk Pilkada 2018, hanya 72 sengketa yang diterima MK dari 171 gelaran pilkada. Menurunnya persentase sengketa pada 2018, dipengaruhi pelaksanaan Pemilu 2019 yang jadwalnya berdekatan.

Perselisihan hasil pilkada berlangsung pada Juli 2018 dan pada saat yang sama dibuka pencalonan anggota DPR, DPD dan DPRD sehingga kandidat memilih menggunakan sumber daya untuk maju dalam Pemilu 2019, daripada bersengketa.

“Sayangnya, belum banyak yang tahu bahwa berdasarkan UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah terjadi peralihan kewenangan penanganan sengketa pilkada dari MK ke Tata Usaha Negara (TUN) Mahkamah Agung (MA),” kata Suhendra Hadikuntono di Jakarta, Jumat (31/7).

Suhendra berpendapat, terdapat kesadaran hukum yang menjadi strategi untuk memenangkan perkara.

Untuk itu, Hadiekuntono’s Institute akan menggelar sosialisasi peralihan sengketa pilkada dari MK ke TUN MA, menjelang Pilkada 2020.

“Sosialisasi ini menjadi panduan bagi para pengacara atau advokat, calon kepala daerah, pengurus partai politik dan konsultan politik dalam memenangkan sengketa pilkada,” jelas Suhendra.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here