Hasto dan Risma dikabarkan ‘Berselisih’ di Pilkada Surabaya

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berjalan saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat (10/1). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Surabaya – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tidak membenarkan informasi bahwa dia berselisih dengan Tri Rismaharini terkait Pilkada Surabaya tahun 2020.

“Saya tidak tahu informasinya dari mana karena tak ada yang wawancara. Tapi isu itu berkembang di media,” ujar Hasto di sela Konsolidasi Organisasi Internal Partai di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Ahad sore.

Ia juga menegaskan di dalam tubuh PDI Perjuangan tidak ada tarik-menarik antarinternal, terutama terkait belum diumumkannya pasangan calon wali kota Surabaya.

“Tidak ada ‘tarik tambang’ politik di internal Partai. Yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan. Semua taat sepenuhnya kepada keputusan ketua umum Megawati Soekarnoputri,” ucapnya.

Khusus untuk Pilkada Surabaya, politikus senior itu mengakui memang menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari ketua umum, terlebih Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan mengakhiri masa jabatan dua periode.

Pengganti Risma sekaligus figur calon kepala daerah dari PDI Perjuangan, kata Hasto, harus memenuhi kriteria ideologis Pancasilais serta memiliki kemampuan teknokratis guna menyelesaikan masalah rakyat.

“Atas dasar hal tersebut, PDI Perjuangan tidak ingin Surabaya jatuh ke tangan salah dan jatuh kepada mereka yang hanya mengandalkan modal besar, bahkan di belakangnya berdiri mereka yang ingin mengubah tata kota hanya karena berburu kepentingan kapital,” kata Hasto.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here