Ahmad Basarah Sebut Membaca Buku Sejarah Al-Fatih Karya Felix Siauw Bertentangan Pancasila

Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Salah seorang elite dan politikus PDIP, Ahmad Basarah, menyatakan bahwa membaca buku sejarah berjudul “Muhammad Al-Fatih 1453” yang ditulis Felix Siauw bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Dia juga memprotes instruksi Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung Muhammad Soleh kepada para siswa SMA/SMK di Bangka Belitung untuk membaca buku Al-Fatih tersebut. Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, Felix masih menjadi tokoh organisasi yang dibubarkan oleh Pemerintah karena asas organisasinya berlawanan dengan Pancasila, yaitu Hizbut Tahrir.

“Seperti kita tahu, penulis buku itu adalah tokoh organisasi yang dibubarkan oleh Pemerintah karena asas organisasinya berlawanan dengan Pancasila,” kata Ahmad Basarah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (2/10).

Basarah menilai instruksi itu kontroversial karena penulis buku tersebut merupakan tokoh organisasi khilafah yang telah dibubarkan oleh Pemerintah. Karena itu, kata dia, instruksi Dinkes bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Kepala dinas tersebut menginstruksikan para siswa membaca buku Felix Siauw tentang sejarah ketujuh Turki Utsmani, kemudian merangkumnya, lalu mengumpulkan tugas tersebut ke sekolah masing-masing.

Setelah itu, semua sekolah harus melaporkan hasil rangkuman siswa ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan di Kepulauan Bangka Belitung untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan. Instruksi tersebut saat ini telah dicabut.

Menurut Basarah, masih banyak tokoh pada masa lalu yang juga bisa diteladani para siswa, misalnya pahlawan nasional. “Apa kurangnya ketokohan Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, K.H. Hasyim Asy’ari, Bung Karno, Bung Tomo, atau ketokohan Jenderal Soedirman? Kisah-kisah keteledanan mereka lebih punya alasan untuk siswa dan siswi diwajibkan membacanya,” kata Basarah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here