Ternyata Ibu Hamil dan Lansia Boleh Dilibatkan Dalam Kampanye

Ilustrasi kampanye di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp/wsj.

Indonesiainside.id, Jakarta – Pada masa pandemik COVID-19 bukanlah menjadi penghalang untuk menyampaikan visi dan misi serta program kerja peserta Pemilihan Kepala Daerah 2020 kepada masyarakat luas. Mereka bisa menyampaikannya melalui media sosial dan media daring.

Bahkan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tidak melarang partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, petugas kampanye dan/atau tim kampanye dapat melibatkan ibu hamil atau menyusui dan orang lanjut usia.

Beda ketika kontestan berkampanye melalui tatap muka secara langsung, PKPU melarang mereka mengikutsertakan balita, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, dan orang lanjut usia.

Meskipun gedung berkapasitas lebih dari 1.000 orang, misalnya, jumlah yang hadir dalam pertemuan tatap muka dan dialog paling banyak 50 orang dengan tetap menjaga jarak paling kurang 1 meter antarpeserta kampanye.

Mereka yang hadir wajib menggunakan alat pelindung diri paling kurang berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu.

Selain itu, menyediakan sarana sanitasi yang memadai pada tempat pertemuan itu berupa fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, dan/atau cairan antiseptik berbasis alkohol (hand sanitizer).

Kontestan pilkada juga wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pada daerah pemilihan serentak lanjutan setempat yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dan/atau Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here