DKPP Ingatkan Penyelenggara Pilkada: Jangan Ubah Suara Pemilih dari A ke si B

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Didik Supriyanto mengingatkan penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, khususnya terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 harus dapat menjaga keaslian atau autentisitas suara pemilih.

“Jangan sampai suara pemilih yang seharusnya kepada si A, karena tidak bisa dijaga autentisitasnya oleh penyelenggara pemilu, akhirnya yang terpilih justru menjadi si B,” kata Didik Supriyanto dalam acara bertajuk “Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media)”, di Tuban, Kabupaten Badung, Selasa (6/10) malam.

Dalam siaran pers, diterima Rabu, suara pemilih bisa tidak terjaga keasliannya karena penyelenggara pemilu tidak bisa mempertahankan prinsip kemandiriannya dalam bertindak ataupun membuat keputusan.

“Oleh karena itu, kita semua harus ikut mengawasi dan mengontrol agar penyelenggara pemilu sama-sama menjaga kemandiriannya dari pengaruh-pengaruh luar seperti pengaruh pemilih, pengaruh mahasiswa, pengaruh pasangan calon dan partai,” ujar pria yang juga anggota Panwaslu pada Pemilu 2004 itu.

Didik mencontohkan bisa saja saja karena didemo mahasiswa, penyelenggara pemilu lalu takut dan mengubah hasil penghitungan suara. Kemudian bisa juga ada tekanan dari petahana diancam tidak diberikan dana.

“Kalau penyelenggara pemilu bisa dijaga ‘rel’ etiknya, maka pemilu bisa berjalan dengan baik dan autentisitas suara pemilih juga bisa terjaga,” ucapnya.

DKPP, lanjut Didik, selama ini hadir untuk menegakkan kode etik penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) dari pusat hingga daerah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here