Bawaslu Tidak Permasalahkan Gambar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di APK Paslon yang Didukung PDI Perjuangan

Indonesiainside.id, Surabaya – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya menolak gugatan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud dan Mujiaman yang menyoal gambar Ketua DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini yang dipasang di alat peraga kampanye (APK) Eri Cahyadi-Armuji.

“Berdasarkan hasil konsultasi KPU Surabaya ke KPU RI, APK itu tidak melanggar aturan sehingga gugatan paslon nomor 2 (Machfud-Mujiaman) ditolak,” kata anggota Bawaslu Surabaya Yaqub Baliya di Surabaya, Selasa (27/10).

Menurut dia, jika tim Machfud-Mujiaman keberatan dengan keputusan Bawaslu Surabaya, maka bisa menempuh langkah hukum yang telah disediakan. “Masing-masing paslon sudah mendapatkan salinnya dari keputsuan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Paslon Eri-Armuji, Arif Budi Santoso, S.H. mengatakan dalam sidang sengketa pemilihan antarpaslon di Bawaslu Surabaya memutuskan gugatan paslon Machfud-Mujiaman yang dilayangkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya yang mengizinkan gambar Risma di APK Eri-Armuji ditolak Bawaslu Surabaya.

“Sebelum Machfud-Mujiaman membawa gugatannya ke Bawaslu, sebenarnya sudah mendapat penjelasan dari KPU RI, yang membolehkan dan tidak mempersalahkan gambar Risma di APK,” katanya.

Menurut Arif, Tim Machfud-Mujiaman mempermasalahkan gambar Risma di APK karena dinilainya bagian dari kampanye sehingga Risma harus mengajukan izin cuti sebagai wali kota Surabaya. Padahal soal APK sudah ada aturannya sendiri di dalam PKPU (Peraturan KPU).

Aturan soal APK ini, kata Arif, sudah tercantum dalam dalam Pasal 24 ayat (3) dan Pasal 29 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here