Banyak Tim Sukses di Warkop, Penyelenggara Pemilu Dilarang Ikut Nongkrong

Sejumlah warga makan di sebuah restoran setelah kebijakan pembukaan kembali kafe dan restoran di Palembang, Selasa (9/6).Agensi Anadolu/Muhammad A.F

Indonesiainside.id, Jakarta – Para penyelenggara pemilu atau pemilihan kepala daerah (pilkada) dilarang ikut niongkrong ke kafe-kafe atau warung kopi (warkop) karena tempat tersebut banyak tim sukses kandidat.

Imbauan itu disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilihan Umum (DKPP) Muhammad. Menurut dia, bukan karena pergi ke warung kopi itu salah. Namun, imbauan tersebut merupakan bentuk perhatian (concern) DKPP pada kepatuhan penyelenggara pemilu terhadap asas moral dan fungsi yang melekat padanya.

“Jadi kalau sekarang ini, masa-masa Pilkada kita, DKPP mengimbau kepada seluruh penyelenggara Pemilu untuk senantiasa menghindari warung kopi. Di warkop ini, tempatnya tim sukses sekarang. Tim kerabat, tim kampanye, tim A, tim B, di situ berkumpul peserta Pemilu. Benar atau salah? Kalau anda ke warkop, tidak salah. Mungkin anda bayar sendiri kopinya, anda menikmati sendiri. Tetapi publik akan melihat,” ujar Muhammad saat menjadi pembicara dalam Konferensi Nasional II Etika Kehidupan Berbangsa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/11).

Lebih lanjut, pertemuan publik dengan petugas penyelenggara pemilu yang mendatangi warung kopi itu dapat menimbulkan rasa emosional. Karena, publik di warung kopi tadi, menurut Muhammad, adalah para peserta pemilu maupun simpatisan.

“Warkop itu sarana pertemuan rasa emosional antara wasit dan pemain. Maka kami mengimbau agar KPU-Bawaslu seluruh Indonesia menghindari warung kopi sampai dilantiknya Gubernur, Bupati, Wali Kota, di 270 titik,” kata Muhammad.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here