Usai Bantai Thailand 13-0, Tim AS Menuai Kecaman

Timnas sepak bola putri Amerika Serikat. Foto: Istimewa

Oleh: Arif S 

Indonesiainside.id, Jakarta – Tim sepak bola putri Amerika Serikat mencatat rekor kemenangan. Dalam penyisihan Piala Dunia Putri 2019 di Prancis, Selasa (12/6), AS menggunduli Thailand dengan skor telak 13-0.

Kemenangan ini ternyata tak serta-merta mendapat pujian. Sebagian kalangan justru malah mengecam. Mantan pemain timnas AS, Taylor Twellman, adalah salah satu yang mengumbar kecaman tersebut.

Seperti dikutip Reuters, dalam akun sosial medianya, Twellman menganggap berlebihan setiap perayaan gol yang dilakukan pemain AS. Ia beranggapan hal itu sama sekali tak perlu dan merendahkan harga diri tim Thailand.

“Merayakan gol (seperti nomor punggung 9) menimbulkan rasa hambar di mulut saya dan mungkin juga banyak orang lain. Saya ingin tahu apakah ada pemain yang meminta maaf setelah pertandingan,” kata Twellman melalui Twitter yang diikuti  327.000 orang.

Alex Morgan tampil sebagai topskor. Ia menyumbang lima gol untuk juara bertahan AS yang mengawali perjuangan mereka dengan rekor kemenangan terbesar dalam sejarah, baik turnamen putra maupun putri.

Pelatih timnas AS, Jill Ellis, membela permainan anak buahnya dan berpendapat sebaliknya. Menurut Ellis, justru tidak menghormati Thailand jika mereka kemudian bermain tidak serius meski sudah unggul banyak.

“Menghargai lawan adalah dengan bermain serius menghadapi mereka. Ini adalah turnamen dimana perbedaan gol sangat berpengaruh. Ini adalah soal membangun momentum dan sebagai pelatih, saya tidak ingin terlalu mengendalikan pemain,” kata Ellis.

“Saya menghormati Thailand. Usai pertandingan, saya berbicara dengan beberapa di antara mereka dan mereka harus tetap tegar. Ini adalah bagian dari permainan,” Ellis menambahkan.

Sementara itu, pemegang rekor pencetak go terbanyak Abby Wambach juga membela rekan-rekannya. “Bagi mereka yang merasa bermasalah dengan banyaknya gol, bagi beberapa pemain, ini adalah Piala Dunia pertama mereka, mereka seharusnya sangat senang,” kata Wambach yang sudah menyumbang 184 gol di pertandingan internasional, seperti yang ditulis melalui Tweetter dan dan diikuti 679.000 orang.

Ia kemudian mempertanyakan, apakah semua kritik yang ditujukan kepada mereka itu ada hubungannya dengan masalah gender. Dia balik bertanya, apakah pemain pria juga tak layak merayakan gol kemenangan mutlak seperti itu.

Alexi Lalas, mantan pemain tim nasional putra AS, juga angkat bicara dan membela tim putri. “Bukan masalah mereka jika harus bermain menghadapi tim lemah. Tim AS disini bukan untuk menyenangkan semua orang. Tim AS berada disini untuk memenangi Piala Dunia,” katanya. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here