Meski Ditunda Tahun Depan, Olimpiade Tetap Gunakan Nama ‘Tokyo 2020’

Seseorang memakai masker di depan The Grand Palace, dalam pencegahan terhadap virus corona (Covid-19) di Bangkok, Thailand, (14/3). Foto : Agensi Anadolu

Indonesiainside.id, Tokyo – Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengumumkan pada hari Selasa bahwa Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sepakat untuk menunda Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade menjadi tahun 2021. Abe membuat pengumuman lewat telekonferensi dengan kepala IOC, Thomas Bach, untuk membuat keputusan akhir mengenai nasib olimpiade sejak menyebarnya virus corona pada akhir Januari.

Selain itu, kedua belah pihak sepakat olimpiade akan mempertahankan nama Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, meskipun digelar di tahun 2021. Mereka juga menyepakati bahwa simbol api olimpiade akan tetap berada di Jepang.

“Saya mengusulkan kepada Bach agar kami menunda olimpiade selama satu tahun. Dia 100 persen setuju dengan saya. Kami akan tetap memakai nama Tokyo 2020,” kata Abe dalam sebuah pernyataan dilansir dari Xinhua, Rabu (25/3).

“Ini akan memungkinkan atlet untuk bermain dalam kondisi terbaik, dan akan membuat acara itu aman dan terlindungi bagi penonton,” tambah Abe.

IOC kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan itu sangat santai namun tetap konstruktif. Para pemimpin menyatakan keprihatinan mereka tentang pandemi COVID-19 di seluruh dunia.

Dalam telekonferensi tersebut, turut hadir yaitu Gubernur Tokyo, Yuriko Koike; Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga; Ketua Komite Penyelenggara Tokyo 2020, Yoshiro Mori; dan Menteri Olimpiade, Seiko Hashimoto. Sedangkan IOC, Bach didampingi oleh Ketua Komisi Koordinasi IOC, John Coates; Direktur Jenderal IOC, Christophe De Kepper; dan Direktur Eksekutif Olimpiade IOC, Christophe Dubi.

Mori, yang juga mantan Perdana Menteri Jepang, mengatakan pada konferensi pers bahwa obor Olimpiade Tokyo, yang dijadwalkan akan dimulai di Fukushima pada 26 Maret, tidak akan dimulai sesuai dengan rencana. “Kami tidak akan memulai pesta obor (sebagai tanda dimulainya turnamen). Menanggapi penundaan olimpiade, kami akan merencakan pesta baru sebagai penggantinya,”

Penundaan ini merupakan angin segar bagi Gubernur Tokyo, Yuriko Koike. Dia mengatakan saat ini tujuan utama Tokyo adalah untuk mengatasi virus corona.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here