Gary Neville: Sepak Bola Tak Bisa Kembali dalam Waktu Dekat

Manchester City sukses menjuarai Piala Liga Inggris setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 pada babak final di Wembley, Senin (2/3) dini hari WIB. Foto: Twitter @ManCity

Indonesiainside.id, Manchester – Mantan bek kanan Manchester United (MU), Gary Neville, mengatakan kelanjutan Premier League 2019/2020 kemungkinan bakal mundur lebih lama dari kesepakatan, yakni 30 April. Keselamatan dan kesehatan bagi banyak orang menjadi yang utama.

Dengan kondisi yang ada, Neville ragu kompetisi akan memiliki jadwal pengganti yang pasti. Bahkan, dia meyakini musim 2019/2020 bisa molor lebih lama atau bahkan hingga tiga bulan ke depan.

Selama pandemi virus corona belum dapat tertangani, kata dia, sulit memaksakan agar kompetisi sepak bola di Inggris dilanjutkan. Begitu pula sebaliknya, andai kasus Covid-19 dapat tertangani, maka melanjutkan sisa musim ini bisa dapat ditentukan.

“Saat ini sangat tidak ideal bahkan untuk membayangkan sekalipun sepak bola kembali dilanjutkan tiga hingga empat bulan ke depan. Faktanya, baru saja menerima keputusan karantina wilayah,” kata Neville kepada CNN.

“Sepak bola tidak bisa kembali dalam waktu dekat. Pasalnya, akan melibatkan sumber daya manusia yang banyak untuk menjalankan stadion, polisi, pelayanan ambulans tidak akan bisa tersedia hingga beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Legendaris MU itu menyadari, akan muncul masalah pelik jika sepak bola terlalu lama dihentikan. Salah satunya, sejumlah klub tidak akan mendapat pemasukan dari hak siar dan penjualan tiket.

Akan tetapi, mendahulukan kesehatan dan keselamatan masyarakat saat ini juga tidak kalah penting. Terlebih Perdana Menteri Britania Raya Boris Johnson telah mengumumkan lockdown dan sekaligu memberi kewenangan kepada aparat polisi untuk memberikan denda kepada mereka yang melanggar aturan.

“Kesehatan tetap yang utama, baik itu kesehatan fans, para pemain, staf, orang-orang yang memasuki stadion. Hal yang paling penting adalah kita baru akan menghadapi krisis paling besar untuk negara ini (UK),” tuturnya.

Inggris memang termasuk salah satu negara yang terlambat merespons pandemi virus corona. Mereka bahkan butuh waktu lama untuk memutuskan menunda Premier League, ketika Serie A dan La Liga sudah dihentikan sementara. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here