Mantan Bintang Bola Dunia Zinedine Zidane Sumbang Alat Medis di Kampungnya

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku bersyukur timnya masih berada di puncak klasemen sementara La Liga usai diimbangi Celta Vigo 2-2 di Santiago Bernabeu, Senin (17/2) dini hari WIB. Foto: Telegraph

Indonesiainside.id, Algier–Pelatih Real Madrid dan mantan pemain sepak bola Prancis keturunan Aljazair, Zinedine Zidane, telah menyumbangkan bantuan peralatan medis ke kota kelahirannya di provinsi Bejaia, timur laut Aljazair untuk mengekang wabah COVID-19. Donasi itu datang melalui yayasan amal Zinedine Zidane, demikian dalam pernyataan resminya pada hari Kamis (9/4).

Peralatan yang disumbangkan termasuk lima tempat tidur yang dilengkapi dengan perangkat perawatan intensif dan perangkat ventilasi buatan untuk membantu rumah sakit dalam upaya mereka mengatasi penyebaran virus corona. Gubernur Ahmed Maabed mengucapkan terima kasih kepada ketua yayasan, Ismael Zidane – yang merupakan ayah Zidane – atas bantuanya.

Zidane, yang lahir di Marseille, Prancis pada tahun 1972. Anggota keluarganya berimigrasi dari Provinsi Bejaia di Aljazair beberapa dekade yang lalu. Zizou, demikian panggilan akrab Zidane, memulai karier sebagai pemain di klub AS Cannes. Ia kemudian bermain di Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Pria berambut plontos ini akhirnya pensiun dari dunia sepak bola pada tahun 2006, setelah Piala Dunia 2006.

Ia pernah memegang rekor pemain termahal di dunia saat ditransfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-2002 dengan nilai 46 juta poundsterling. Zidane kemudian didaulat menjadi pelatih Real Madrid menggantikan Rafael Benítez.

Korban virus corona Aljazair telah mencapai 235, bersama dengan 1.666 infeksi di seluruh negeri. Negara ini menerapkan jam malam untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sejak berasal di Wuhan, Cina Desember lalu, virus ini telah menyebar ke setidaknya 184 negara dan wilayah. Ada lebih dari 1,5 juta kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia, dengan lebih dari 90.000 kematian, dan lebih dari 340.600 pemulihan, menurut Johns Hopkins University yang berbasis di AS. (CK/AA)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here