Kanoute Bangun Masjid Pertama di Sevilla dalam 700 Tahun

Sevilla's Frederic Kanoute (L) celebrates next to Luis Fabiano after scoring against Deportivo Coruna during their Spanish King's Cup soccer match at Ramon Sanchez Pizjuan stadium in Seville January 7, 2009. REUTERS/Marcelo del Pozo (SPAIN) (Newscom TagID: rtrlthree201554.jpg) [Photo via Newscom]

Indonesiainside.id, Sevilla – Mantan bintang sepak bola Fred Oumar Kanoute berhasil mengumpulkan donasi sebesar satu juta Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp14 miliar, dalam kampanye penggalangan dana secara online untuk membangun masjid pertama di Sevilla, Spanyol, sejak lebih dari 700 tahun lalu.

Kanoute, Muslim kelahiran Prancis dengan latar belakang Mali, yang sebelumnya bermain untuk klub Sevilla FC, memulai kampanye setahun yang lalu di LaunchGood, sebuah platform penggalangan dana yang berfokus pada komunitas Muslim global. “Terima kasih dan semoga Allah membalas bagi Anda untuk semua yang berpartisipasi dalam kampanye,” kata Kanoute di twitter, Selasa (19/5).

Olga Torres, seorang anggota Departemen Studi Arab dan Islam di Universitas Seville, mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa tidak ada masjid yang dibangun khusus di kota itu dalam hampir 800 tahun.

“Ketika saya tiba di sana Sevilla, sangat sulit untuk menemukan masjid. Saya harus bertanya kepada orang-orang,” kata Kanoute, yang masuk Islam pada usia 20, kepada Al Jazeera. “Komunitas Muslim Sevilla adalah campuran yang indah, termasuk mualaf Spanyol, Muslim Spanyol generasi kedua, dan orang-orang dari Aljazair, Maroko, Senegal dan latar belakang Mali,” tambah Kanoute.

Hingga saat ini, Spanyol diperkirakan memiliki dua juta Muslim, dengan sekitar 30.000 tinggal di Seville.

Pada tahun 2007, Kanoute membeli sebuah musalla yang hampir ditutup di Sevilla, karena kontrak tempat itu akan berakhir. Kanoute sebelumnya menggambarkan ruang itu sebagai masjid sementara.

“Dia adalah sosok yang sangat dihormati di Seville tidak hanya untuk sepak bola tetapi bagaimana dia sebagai pribadi,” kata Ibrahim Hernandez, Direktur Yayasan Masjid Sevilla (SMF), kepada Al Jazeera. “Ketika Anda memiliki seseorang seperti Kanoute di samping Anda, orang ingin mendengar cerita Anda, mereka ingin tahu tentang Anda, apa yang Anda lakukan,” tambahnya.

Selain menggelar shalat berjamaah, masjid dan pusat kebudayaan itu akan mengadakan lokakarya untuk masyarakat setempat tentang hal-hal seperti persalinan, seni Andalusia, dan memasak. Klinik kesehatan yang menyediakan perawatan primer untuk penduduk setempat juga direncanakan, bersama dengan kelas bahasa Arab dan Al-Quran untuk anak-anak.

Seorang warga Sevilla, Abdiya Meddings mengatakan meskipun menjadi daya tarik wisata utama bagi umat Islam, sebagian karena sejarah Islam sejak abad ke-8, sulit untuk menemukan tempat untuk shalat di Sevilla. “Di sini di Sevilla, ruang-ruang shalat yang saya tahu hampir seperti disembunyikan,” katanya. “Pengunjung datang ke Sevilla dan mereka tidak dapat menemukannya.

Di tengah meningkatnya Islamofobia di seluruh Eropa, penyelenggara proyek masjid Seville berharap untuk mengatasi prasangka. Partai sayap kanan Spanyol Vox menuntut penutupan apa yang disebutnya sebagai masjid fundamentalis, dan menyerukan penangkapan dan deportasi imam. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here