Liliyana Natsir Bagikan Kenangan Bersama Tontowi, dari Minim Gelar hingga Merasa Terintimidasi

iliyana Natsir atau yang akrab dipanggil Butet
Liliyana Natsir atau yang akrab dipanggil Butet. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pasangan pebulutangkis Indonesia legendaris, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad resmi gantung raket. Liliyana resmi memutuskan untuk pensiun pada Januari 2019 saat selesai melakoni laga Indonesia Masters, sedangkan Tontowi pensiun per 18 Mei 2020.

Pasangan ganda campuran yang sempat menjadi penghuni tahta rangking satu dunia itu, telah berpasangan selama kurang lebih delapan tahun lamanya. Bergelimang gelar dan prestasi tak didapat Tontowi/Liliyana semudah membalikkan telapak tangan.

Mendengar keputusan Tontowi untuk menyelesaikan tugasnya sebagai atlet bulu tangkis, Liliyana mengenang tentang beratnya menyelesaikan ketegangan yang pernah terjadi dengan Tontowi. Ketenganganitu salah satunya berupa kegagalan total tanpa medali di Olimpiade London 2012 dan minimnya gelar juara di tahun 2015 dan awal 2016. Bahkan Liliyana menggambarkan hubungannya dan pasangan mainnya tersebut dengan istilah gersang.

“Waktu itu ekspektasi orang tinggi, dan kami lagi terpuruk sekali cuma dapat satu gelar juara sebelum olimpiade. Owi (Tontowi) tidak marah sih sama saya, saya juga enggak, tapi gimana ya namanya pemain dapat hasil jelek itu situasinya nggak ribut tapi nggak akur juga, ha ha ha susah menjelaskannya. Damai tapi gersang, kayak lagi perang dingin,” kenang Liliyana dalam keterangannya, Kamis (21/5).

Bahkan Tontowi/Liliyana sempat merasa terintimidasi dengan hasil gemilang yang diraih junior mereka, Praveen Jordan/Debby Susanto di ajang All England 2016, beberapa bulan sebelum olimpiade. Liliyana sempat berpikir bahwa posisi mereka telah direbut oleh Praveen/Debby sebagai unggulan pertama ganda campuran Indonesia.

“Ya namanya persaingan, akhirnya saya dan Owi sama-sama nurunin ego, saya kontrol emosi, Owi nggak sensitif lagi. Begini pun sebetulnya nggak menjamin kami jadi juara, tapi setidaknya kami berdua jauh merasa lebih baik,” kata Liliyana.

Sifat cuek yang dimiliki Tontowi, kata Liliyana, merupakan salah satu hal yang membuat Tontowi bisa mengatasi keadaan sulit. Masih terkenang di ingatan Liliyana betapa beratnya latihan yang diberikan sang pelatih kepada Tontowi jelang olimpiade.

“Owi itu di luar lapangan cuek dan nggak pernah mengeluh padahal latihan dia berat banget. Tapi dia jalani dengan komitmen. Terlihat dari persiapan kami sebelum olimpiade, dapat emas itu dari yang awalnya seperti tidak mungkin, tapi terbukti bisa terwujud. Saya ingat dia sampai bela-belain nggak pulang ke rumah dan tinggal di asrama demi jaga kondisi dan fokus ke olimpiade,” cerita Liliyana.

Adapun raihan gelar juara kedua atlet saat menjadi pasangan sebagai ganda campuran bulu tangkis Indonesia yaitu berhasil menjadi juara di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dua kali pada 2013 dan 2017. Mereka juga menjadi satu-satunya wakil Indonesia peraih medali emas Olimpiade 2016 di Brasil.

Sementara di ajang BWF Super Series, Liliyana dan Tontowi mempersembahkan 16 gelar juara. Owi/Butet, sapaan akrab mereka, menjadi ganda campuran Indonesia yang mengakhiri puasa gelar selama 33 tahun di ajang All England nomor tersebut pada 2012. Mereka berhasil meraih turnamen prestigious itu sebanyak tiga kali yaitu tahun 2012, 2013, dan 2014. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here