Pemain Basket NBA Asal Turki Kenakan Jersey Bertuliskan ‘Erdogan Suck’

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemain bola basket NBA, Enes Kanter menunjukkan kostum atau jersey yang akan ia kenakan pada musim depan. Uniknya, kostum yang akan dikenakannya sekaligus mengusung aksi protes atas kondisi di negara asalnya Turki dengan tulisan besar ‘Erdogan Suck’ atau Erdogan menyebalkan.

Ini merupakan aksi kritik terbaru yang dilakukan Enes Kanter – yang sejak lama diketahui tidak sejalan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Ia kerap mengkritik dengan kecaman pedas atas berbagai kebijakan pemerintahan Erdogan di Turki yang dinilai otoriter. Termasuk menyebut Erdogan sebagai ‘Hitler abad ini’.

Atas hal itu, Enes Kanter kemudian dicabut kewarganegaraannya oleh pemerintah Turki. Ia dituduh sebagai teroris dan memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen.

Atas berbagai kritik yang dilakukannya, pada tahun 2017 pemerintah Turki berusaha agar Kanter ditangkap. Namun permintaan itu tidak dihiraukan oleh Amerika.

Tidak berhasil menangkap Enes Kanter yang berada di Amerika Serikat, pemerintah Turki kemudian memburu keluarganya yang ada di sana.

Melansir republicworld.com, Senin(29/6), ayah Enes Kanter, Mehmat ditangkap pada 2019 karena dituduh menjadi bagian dari organisasi teroris di Turki. Ayahnya baru-baru ini dibebaskan namun terancam penjara selama 15 tahun jika terbukti bersalah dalam pengadilan selanjutnya.

Kanter percaya bahwa ayahnya dibebaskan sebagai akibat adanya tekanan pada pemerintah Turki. Pemain Boston Celtics ini juga meyakini bahwa pemerintah Turki ‘takut’ atas berbagai suara kritikannya selama ini.

“Hari ini aku mengetahui bahwa 7 tahun setelah ayahku ditangkap, membawanya ke pengadilan yang dibuat-buat dan menuduhnya sebagai penjahat hanya karena dia ayahku. Ayah Saya Kini Telah Dibebaskan!” postingnya di Twitter.

Dalam foto yang diposting di Instagram Enes Kanter menyuarakan sikap terbarunya menentang kebijakan pemerintah Erdogan selama beberapa tahun terakhir. Dia juga telah menyeru kepada pemerintahan AS untuk mengakhiri penindasan Erdogan terhadap warga Turki.

Sebuah laporan juga menyatakan bahwa Turki telah meminta ekstradisi Kanter tahun lalu karena tuduhan menjadi bagian dari kelompok teroris. Kanter, menepis semua tuduhan itu.

Dengan pembebasan ayahnya, Kanter berharap orang tuanya dapat memperoleh visa dan pindah ke Amerika Serikat.

Kanter sendiri mengaku sudah bertahun-tahun tidak bisa berhubungan dengan orang tuanya karena khawatir dipantau oleh pemerintah Turki dan bisa berakibat fatal bagi keluarganya yang ada di sana.

Sementara itu, terkait jersey yang dikenakan oleh para pemain, dalam kebijakan terbarunya NBA bergerak lebih maju untuk turut menyuarakan keadilan sosial di dunia. Caranya dengan membebaskan para pemain untuk mengganti nama belakang di kaus mereka untuk menyuarakan ketimpangan sosial.

Hal ini menjadi kesempatan bagi para pemain NBA untuk mengambil sikap terhadap masalah besar di dunia misalnya kediktatoran China, penindasannya terhadap lembaga-lembaga demokrasi di Hong Kong, ancaman perang global di Pasifik, dan pemenjaraan massal umat Islam di Xinjiang. (EP)

Berita terkait

Amerika Protes Hagia Sofia Jadi Masjid, Erdogan: Urus Masalah Kalian Sendiri

Indonesiainside.id, Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam kritikan Amerika dan Yunani atas rencana Turki untuk mengubah museum ikonik Hagia Sophia di Istanbul...

Musim 2019/20, NBA Izinkan Pemain Sematkan Pesan Sosial di Nomor Punggung

Indonesiainside.id, Jakarta - NBA dan asosiasi pemain profesional, NBPA, mencapai kesepakatan untuk mengizinkan para pemain menyematkan pesan sosial di atas nomor punggung jersey masing-masing...

Keluarganya Dihina, Presiden Erdogan Akan Perketat Media Sosial

Indonesiainside.id, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan memperketat kontrol media sosial setelah keluarganya dihina. Presiden Erdogan memang diketahui tidak menyukai media...

Dilaporkan Gabung LA Lakers, JR Smith Berpotensi Reuni dengan LeBron James

Indonesiainside.id, Los Angeles - Los Angeles Lakers dilaporkan bakal memfinalisasi perekrutan pebasket bebas kontrak, JR Smith, jelang kelanjutan NBA 2019/2020 di Orlando pada akhir...

Lupa Matikan Fitur, Bincang-Bincang Live Presiden Erdogan Dibombardir Komentar Negatif

Indonesiainside.id, Jakarta - Siaran langsung bincang-bincang Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan di kanal YouTube menjelang ujian masuk perguruan tinggi pada Jumat(26/6) diharapkan menjembatani hubungan...

22 Tahun Berkarier di NBA, Vince Carter Resmi Pensiun

Indonesiainside.id, Atlanta - Pebasket gaek Vince Carter akhirnya memutuskan gantung sepatu dari karier profesional setelah 22 musim melanglang buana di NBA. Dalam siniar Winging...

42 Tahun Lalu, Trofi Tertinggi NBA Diboyong ke Ibu Kota AS

Indonesiainside.id, Washingtong - Hari ini, 42 tahun silam, trofi NBA diboyong ke ibu kota Amerika Serikat, Washington DC, selepas keberhasilan Washington Bullets mengalahkan Seattle...

Bos-Bos NBA Sepakat Musim Dilanjutkan dengan 22 Tim Mulai 31 Juli

Indonesiainside.id, Orlando - Dewan Gubernur NBA menyepakati rencana melanjutkan musim 2019/2020 yang tertangguhkan sejak 11 Maret karena pandemi Covid-19, dengan 22 tim peserta di...

Berita terkini

Pelarian Ghosn Dibantu Pensiunan Militer AS, Ada Bukti Transfer Rp12 Miliar

Indonesiainside.id, Jakarta - Mantan pimpinan Nissan Motor, Carlos Ghosn disebut mengirimkan uang 862.500 dolar Amerika Serikat (Rp12,4 miliar) kepada perusahaan yang dikelola oleh salah...
ads3 mekarsari

Seorang Pengusaha Dilaporkan ke Polisi karena Meraba Tubuh Wanita di Dalam Lift

Indonesiainside.id, Dubai - Seorang pengusaha di Dubai harus berurusan dengan kepolisian setempat karena melakukan perbuatan tercela di tempat umum. Dia didakwa telah menggerayangi seorang...

Praktisi Hukum: Delik Pers Bukan Tindak Pidana Kejahatan

Indonesiainside.id, Makassar—Karya jurnalistik yang dikenal dengan istilah delik pers itu merupakan tindakan pidana yang berhubungan dengan pers, bukan kejahatan.  Menurut mantan Direktur Eksekutif Lembaga...

Kerusuhan Pecah di Serbia Pasca Pemberlakuan Jam Malam

Indonesiainside.id, Beograd - Kerusuhan pecah setelah ratusan orang berunjuk rasa memprotes pemberlakuan kembali jam malam akhir pekan menyusul melonjaknya kasus baru Covid-19 di Beograd,...

Berita utama

Seorang Pengusaha Dilaporkan ke Polisi karena Meraba Tubuh Wanita di Dalam Lift

Indonesiainside.id, Dubai - Seorang pengusaha di Dubai harus berurusan dengan kepolisian setempat karena melakukan perbuatan tercela di tempat umum. Dia didakwa telah menggerayangi seorang...

Kerusuhan Pecah di Serbia Pasca Pemberlakuan Jam Malam

Indonesiainside.id, Beograd - Kerusuhan pecah setelah ratusan orang berunjuk rasa memprotes pemberlakuan kembali jam malam akhir pekan menyusul melonjaknya kasus baru Covid-19 di Beograd,...

Sekali Lagi, MPR Peringatkan Presiden: Ambil Langkah Tegas soal RUU HIP

Indonesiainside,id, Jakarta - Pimpinan MPR kembali memberikan peringatan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah tegas terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). MPR...

“Botol Kosong” dalam Kasus Novel Baswedan Jadi Masalah Baru

Indonesiainside.id, Jakarta - Proses peradilan terkait kasus penyiraman dengan air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sedang berproses. Namun, ada saja...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here