Bournemouth Terdegradasi, Eddie Howe dan The Cherries Resmi Berpisah

Eddie Howe resmi meninggalkan Bournemouth berdasarkan kesepakatan bersama antardua belah pihak, Ahad (2/8). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Bournemouth –  Eddie Howe resmi meninggalkan Bournemouth berdasarkan kesepakatan bersama antardua belah pihak, Ahad (2/8). Keputusan itu menyudahi tenor kedua Howe sebagai manajer klub pesisir selatan Inggris tersebut setelah delapan musim.

Namun, perpisahan tersebut bernuansa duka lantaran Howe tidak kuasa menghindarkan Bournemouth dari jurang degradasi musim ini. Kendati, di laga pemungkas The Cherries sukses melumat Everton 3-1.

Tambahan tiga poin tersebut tidak cukup bagi Bournemouth. Mereka tertinggal satu angka dari Aston Villa di batas akhir Premier League dan harus rela terdegradasi ke Divisi Championship setelah lima musim di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Howe sebelumnya juga sempat berkarier sebagai pemain Bournemouth sebelum pertama kali menerima tugas menjadi manajer interim pada 2008. Howe kembali menangani klub tersebut sejak 2012.

Oleh karena itu, Howe menyebutkan keputusan bersamanya dengan manajemen klub untuk meninggalkan kursi manajer sebagai salah satu keputusan terberat. “Menghabiskan 25 tahun di klub ini baik sebagai pemain maupun manajer, keputusan ini adalah salah satu yang terberat,” tulis Howe dalam surat terbukanya yang disiarkan laman resmi Bournemouth.

“Terlepas dari rasa cinta dan kepedulian saya terhadap tim ini, saya dan manajemen merasa ini waktu yang tepat bagi klub ini menempuh arah baru,” ujarnya menambahkan.

Tenor pertama Howe di Bournemouth berlangsung pada 2008-2011 dan kala itu ia berhasil membawa The Cherries promosi dari kasta keempat alias League Two ke League One. Setelah sempat hijrah menangani Burnley semusim 2011/12, Howe kembali ke Bournemouth sejak Oktober 2012 untuk meraih promosi dua strata ke Liga Premier dalam kurun waktu dua setengah musim saja.

“Bournemouth akan selalu ada di hati saya, tapi saya percaya ini saatnya ada perubahan di klub ini,” ungkapnya.

Di Premier League, Howe menikmati musim terbaik pada 2016/17 ketika membawa Bournemouth finis di urutan kesembilan, posisi terbaik tim itu sepanjang masa. “Saya selalu memastikan setiap keputusan yang saya ambil mengutamakan kepentingan klub dan suporter, itu juga berlaku untuk keputusan ini,” ujarnya.

Selama tenor keduanya menangani Bournemouth, Howe memimpin The Cherries meraih 143 kemenangan dalam 356 pertandingan resmi atau prosentase 40,17 persen. Pada 2015 ia dinobatkan sebagai Manajer Terbaik versi asosiasi manajer se-Inggris (LMA), setelah berhasil menuntun Bournemouth menjuarai Divisi Championship dan promosi ke Liga Premier, sekaligus pertama kalinya ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here