Tak Ada Surat Izin Keramaian, Kejuaraan Berkuda Dilarang Digelar

Kejuaraan Berkuda tahun ini ditiadakan karena pandemi. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Cabang olahraga berkuda dilarang menggelar Kejuaraan Nasional Pacu Kuda Pordasi yang dijadwalkan pada Oktober di Bantul, DI Yogyakarta karena tak adanya surat izin keramaian dari kepolisian.

Kejurnas ke-54 Piala Presiden 2020 itu sedianya mempunyai agenda untuk menggelar dua seri lomba. Seri pertama dijadwalkan berlangsung pada 5 dan 19 Oktober, dan seri kedua pada November.

Ajang tersebut awalnya sudah mengantongi izin kepolisian lewat surat yang diterbitkan oleh Polda DI Yogyakarta tertanggal 19 Agustus 2020. Namun surat ditarik kembali lima hari menjelang kejurnas digelar atau 30 September.

Pembatalan tersebut membuat sejumlah pihak kecewa, tak terkecuali peserta, panitia, pemilik kuda hingga pengurus daerah yang sudah mempersiapkan diri bertanding di Bantul.

“Bayangkan, 15 kontingen dari Sabang sampai Merauke siap bertarung, kuda dan atletnya sudah tiba semua, tiba-tiba izin dari polisi dicabut. Sungguh kami kecewa, nangis kita,” ujar Ketua Pengprov Pordasi DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Alex pun mempertanyakan hajatan Pemilihan Daerah (Pilkada) serentak yang hingga saat ini masih mendapatkan izin untuk dilangsungkan. Padahal, menurut Alex, rangkaian Pilkada justru lebih berisiko karena melibatkan banyak orang dan ada celah melanggar protokol kesehatan COVID-19.

Alex juga heran sebab sebelumnya pihaknya telah mendapat restu dan rekomendasi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo untuk mengadakan kejurnas.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here