Habiburrokhman: Kubu Kami Selalu Diframing Produsen Hoaks

Politisi Gerindra Habiburrokhman (kedua kiri) dalam diskusi di KPU, Jakarta, Kamis (10/1). Foto: Ahmad Z.R.

Oleh: Ahmad Z.R.

Kampanye negatif dan kampanye hitam selalu dilancarkan setiap menjelang kontestasi politik. Berbagai cara ditempuh untuk menjatuhkan pihak lawan demi meraup elektabilitas.

Indonesiainside.id, Jakarta — Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburrokhman menilai, hoaks telah berkembang menjadi amunisi perang untuk menyerang lawan politik. Hal itu terlihat dari rentetan kasus hoaks yang selalu ditujukan kepada internal partainya.

“Jika ditarik ke belakang, kami selalu dituduh sebagai pembuat hoaks. Seperti kasus Saracen dimana Ibu Asma Dewi diasosiasikan dengan kader Partai Gerindra. Tapi sebelum putusan, tidak ada satu pun bukti yang dapat dipaparkan oleh pengadilan,” ujar Habiburrokhman dalam sebuah diskusi di KPU, Jakarta, Kamis (10/1).

Ia menjelaskan, ada semacam framing dari kelompok tertentu yang ingin mengkambinghitamkan kubu Prabowo Subianto sebagai pembuat hoaks. Faktanya, semua tuduhan tersebut secara hukum dan fakta dapat dimentahkan, meski narasi hoaks tetap dibangun.

“Kasus Ratna Sarumpaet yang personal dikaitkan dengan institusi Prabowo-Sandiaga. Terakhir hoaks tujuh kontainer surat suara. Tujuh kontainer ini apa kaitannya dengan kita? Kita nggak kenal orang tersebut (pembuat dan penyebar rekaman suara hoaks), organisasi dan sebagainya. Silakan saja polisi usut dia,” kata Habiburrokhman kepada Indonesiainside.id.

Dia mengatakan, Bagus Bawana Putra sebagai tersangka dugaan pembuat konten (kreator) dan pendengung (buzzer) hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggunakan nama Prabowo dalam organisasinya, yaitu Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo-Sandiaga. Padahal seluruh jaringan relawan Prabowo-Sandiaga dilarang menggunakan nama Prabowo.

Habiburrokhman menyatakan keheranannya melihat Wasekjen Demokrat Andi Arief yang dikejar-kejar polisi terkait cuitannya yang mempertanyakan beredarnya hoaks tujuh kontainer surat suara.

“Nah, kita juga bingung kenapa Andi Arief masih dikejar-kejar. Padahal pelaku utama sebagai pembuat dan penyebear hoaks sudah ditangkap. Apa karena Andi Arief pendukung Prabowo-Sandi? Andi Arief kan sama dengan kita, posisinya korban. Dia dapat dari media sosial dan mempertanyakan (hal tersebut),” ujarnya.

Sebagai pihak penantang petahana dalam Pilpres 2019, Habiburrokhman mengaku pihaknya dirugikan dengan tuduhan-tuduhan tersebut. Pasalnya, ruang terbuka bagi pihak Prabowo-Sandi semakin tertutup untuk mensosialisasikan visi misinya.

“Kalau kubu sebelah sebenarnya kan tidak perlu kampanye lagi. Tinggal mereka menyampaikan apa yang sudah dikejakan selama berkuasa. Kita tentu akan mendorong kepolisian menegakkan hukum secara profesional dan menjelaskan kepada masyarakat (hoaks 7 kontainer surat suara) ini tidak ada kaitannya dengan kami,” tandasnya. (TA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here