HMI : Masyarakat Gelisah Indikasi Kecurangan KPU, Bawaslu Kemana?

Oleh : Muhajir |

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan rekapitulasi hasil Pemilu sejak 18 April 2019 dan dijadwalkan selesai pada 22 Mei 2019. Namun, selang waktu rekapitulasi hasil Pemilu tersebut, berbagai isu disertai ketegangan bermunculan.

Bermula dari hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang memenangkan paslon 01, Jokowi-Ma’ruf. Kemudian fenomena saling klaim kemenangan antar kedua kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Tak sampai di situ, dugaan kecurangan oleh panitia pemungutan suara hingga kesalahan input data oleh KPU. Isu-isu itu ramai diperbincangkan oleh masyarakat, baik di warung kopi hingga hingga linimasa jagad maya.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Firman Kurniawan Said mengatakan, peristiwa pasca Pemilu ini menciptakan kecemasan masyarakat. Firman mengatakan, pernyataan KPU yang menganggap kesalahan input data pada rekapitulasi hasil pemilu hanya sebatas human error tidak cukup untuk menenangkan hati rakyat.

“Sebelum dimulainya pemilihan umum telah muncul kesan akan ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu, yaitu KPU. Harusnya KPU mampu membuktikan integritasnya melalui pada hari pemilihan hingga penetapan hasil pemilu dilakukan,” ujar Firman Kurniawan, Senin (22/4).

Lebih lanjut, Firman menegaskan bahwa KPU peu effort lebib lagi. Hal itu dimaksudkan untuk menenangkan hati masyarakat yang gelisah akan hasil pemilu, mereka berharap pemilu yang bersih dari kecurangan apapun.

Terkait hal ini, Firman menyayangkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang terkesan tidak hadir sebagai waisit yang tegas. Di tengah kegaduhan yang terjadi saat ini, katanya, peran Bawaslu sangat diperlukan, mengingat penindakan pelanggaran pemilu menjadi domain Bawaslu.

Dia mengkritik bahwa saat ini Bawaslu hanya mengungkap dugaan pelanggaran pra Pemilu. Padahal di dalam Undang-Undang (UU) Pemilu mewajibkan Bawaslu untuk mengawal proses pemilu hingga hasil Pemilu ditetapkan.

“Saat ini Bawaslu ke mana?” tuturnya.

Firman menambahkan, pernyataan yang selama ini diberikan oleh KPU maupun Bawaslu tidak menjawab keresahan publik. Dia menyarankan adanya upaya nyata dari kedua pihak yang mampu menenangkan masyarakat.(EPJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here