Guru Besar UI: Presiden Terpilih Bereskan Ekonomi, Bukan Menunggu Ucapan Selamat

Prof Ronnie Higuchi Ruslie. Foto: Ist

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan yang diajukan kubu Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Dengan begitu, pasangan Jokowi-Ma’ruf tetap menjadi pemenang seperti yang telah dinyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Mei lalu.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Ronnie Higuchi Ruslie, menilai pemilu di Indonesia kali ini tidak selayaknya proses pertandingan yang menjunjung tinggi asas sportivitas dan kompetensi. Melainkan terjadi kecurangan, meski hal itu dibantah dalam persidangan di MK beberapa waktu lalu.

“Apakah diakui atau tidak, itu tidak penting. Jadi enggak perlu menunggu ucapan selamat seperti pesta pernikahan pengantin tunggu antrian ucapan selamat,” kata Ronnie, Sabtu (29/6).

Menurut dia, dalam pilpres yang berlaku adalah ‘the winner take all’ (pemenang mengambil semua suara yang ada), sehingga tidak perlu bagi pemenang menunggu ucapan selamat dari lawan politik. Yang terpenting, kata dia, presiden terpilih segera menjalankan roda pemerintahan untuk lima tahun ke depan begitu dilantik.

Bahkan, di sisa masa jabatan periode 2014-2019 ini, presiden sudah harus mulai berbenah dan menyelesaikan persoalan yang krusial. “Bereskan ekonomi, itu yang paling penting. Bukan ucapan selamat. Kan sudah terbukti di MK tidak ada kecurangan, apalagi yang ditunggu?” ujarnya. (AIJ)

1 KOMENTAR

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here