Agar Selalu Didampingi Malaikat

Ust. Adi Hidayat di acara "Satu Hari Bersama Al-Qur'an" di Jakarta Islamic Center (JIC), Ahad (15/12). Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Tidak ada kitab suci yang mendatangkan banyak kebaikan kecuali Alquran. Itu adalah salah satu mukjizat yang Allah turunkan kepada kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal itu dipaparkan Ustaz Adi Hidayat (UAH), saat membuka acara ‘Sehari Bersama Alquran’ di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara pada Ahad (15/12). Ulama sekaligus Hafiz Quran itu menegaskan, Allah akan memberikan kemuliaan orang yang selalu bersama Alquran.

Dalam acara yang dihadiri ribuan jamaah itu, UAH memotivasi orang yang masih terbata-bata Alquran, tapi tidak pernah absen membaca kitab suci tersebut setiap hari.

Ia menjelaskan, qaariul Quran (pembaca Alqruan) masuk ke dalam tiga kategori ahli Quran. Meski berada di tingkat pertama, tapi memiliki kemuliaan yang sangat luar biasa.

“Qari (pembaca quran) adalah orang yang tergerak mencintai Alquran dan menjadikan aktivitas keseharian nya untuk bisa berinteraksi dengan Alquran,” kata ustaz berkacamata ini.

Meski belum mampu mengkaji atau menghafal, namun orang yang konsisten membaca Alquran tiap hari maka dia akan didampingi malaikat ke mana pun ia pergi.

“Dia akan didampingi oleh malaikat yang akan mendampingi dia kemanapun dia beraktivitas, yang menjaga dia supaya terjaga dalam kemuliaan,” ucapnya.

Pernyataan tersebut ia sandarkan pada paparan Imam An-Nawawi dalam bukanya ‘Aladabu fi Hamalatil Quran’. Imam Nawawi, kata dia, menjelaskan bahwa Allah tidak memberikan tongkat Nabi Musa kepada Rasulullah untuk menghadapi kebebalan kaum jahiliyah.

“Allah tidak memberikan mukjizat Nabi Isa untuk mengubah karakteristik Jahiliyah. Tapi yang diturunkan adalah Alquran,” ujarnya.

Dalam buku itu, awal mula Umar bin Khattab masuk Islam. Umar adalah tokoh Quraish yang pada masa jahiliyah sangat keras dan telah melakukan berbagai macam kejahatan. Namun, hidayah masuk ke dalam dada Umar saat mendengarkan bacaan Alquran.

“Hanya dengan dua huruf (Taaha) tiba tiba menembus ke dalam jiwanya. Kemudian diteruskan bacaannya (maa anzalnal qurana litasyqa) Sampai ke relung tubuhnya ia mengucapkan syahadat,” kata UAH mengisahkan.

Hanya dengan ayat itu, manusia yang tadinya penuh dengan kemaksiatan berubah menjadi khairul ummah (manusia terbaik). Hal serupa dialami sahabat-sahabat Nabi Muhammad lainnya, seperti Abu Bakar hingga Usman bin Affan.

“Alquran akan mengubah manusia menjadi manusia terbaik. Jadi maaf, kalau ada orang yang rajin membaca Alquran, dekat dengan Alquran tapi belum bisa membuat menjadi baik berarti ada yang salah dengan cara bacanya,” ucap dia.

Maka itu, dia mengajak kepada semua umat Islam untuk menjadikan bacaan Alquran sebagai kurikulum pribadi. Dekat dengan Alquran, maka Allah akan memberi petunjuk untuk selalu berada di jalan yang benar.

Jika belum mampu membaca 30 juz, maka UAH merekomendasi empat surat untuk dibaca tiap hari. Surat itu adalah Alwaqiah, Almulk, Albaqarah, dan Ali Imran.

“Ini dijelaskan Imam Nawawi dalam kirab Adab fi Hamalatil Quran,” ucapnya.

UAH mengisahkan sebuah kisah yang ditulis Imam Nawawi. Dahulu, ada seorang yang sangat dekat dengan surat Albaqarah. Surat itu sudah menjadi rutinitas sebelum ia tidur.

Namun, pada suatu ketika orang itu tertidur dan lupa baca surat Albaqarah. Apa yang terjadi? ia didatangi Albaqarah (sapi betina) dalam mimpinya dan meminta ia untuk baca rutinitasnya.

Orang itu kaget dam bangun. Tangannya mengenai salah seorang teman tidur di sebelah dia. “Ada apa denganmu?” Tanya temannya itu.

“Barusan saya mimpi, saya diseruduk Al Baqarah (sapi betina),” jawab lelaki itu.

UAH menjelaskan bahwa itu adalah bukti jika seseorang sudah dekat dengan Alquran. Ia akan selalu dituntun untuk berada dalam kebaikan.

“Kalau anda menjadi bagian yang senang membaca Alquran, maka anda akan dilindungi malaikat yang akan menjaga anda dalam kebaikan. Akan dijaga oleh Allah,” ucapnya. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here