10 Tips Al-Qur’an Agar Kita Tidak Takut dan Sedih

Ilustrasi pencabulan. Foto: Istimewa

Pada dasarnya, setiap manusia pasti mengalami ketakutan dan kesedihan. Selama itu dilakukan sesuai dengan kadarnya masing-masing, tidak ada masalah.

Namun uniknya ada orang yang tak akan merasa sedih dan takut. Semua itu dijelaskan dengan jelas di dalam al-Qur`an.

Mau tahu bagaimana pandangan al-Qur`an agar kita sebagai hamba Allah tidak merasa takut dan bersedih hati?

Menurut cara pandang al-Qur`an, orang tidak akan takut dan sedih jika:

Pertama, beriman pada Allah dan Hari Akhir, serta beramal saleh (Baca: QS. Al-Baqarah [2]: 62 dan Al-Ma`idah [5]: 69).

Beriman kepada Allah sebagai basis utama keimanan; beriman kepada hari akhir sebagai pancang keimanan menjaga ritme agar harapan tetap tumbuh di tengah ujian dunia yang bertubi-tubi merintang.

Kedua, berserah diri secara total kepada Allah, dan menjadi muhsin (orang-orang yang berbuat kebaikan). Mengenai hal ini bisa dibaca dalam surah Al-Baqarah ayat 112. Contoh orang berbuat muhsin adalah yang tidak mencukupkan diri pada shalat wajib tapi juga shalat sunnah; tidak hanyak zakat wajib, tapi juga infak dan sedekah yang sunnah. Selain itu, sangat peka terhadap pengawasan Allah kepada dirinya.

Ketiga, menginfakkan hartanya di jalan Allah serta tidak diiringin dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti orang serta menginfakkannya di waktu siang dan malam, baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan (QS. Surah Al-Baqarah .[2]: 262, 274) Ini sebagai gambaran orang yang peduli sosial tapi tidak peduli jasanya akan dipuji atau dikenal orang. Harapannya hanya satu, yaitu: rida Allah.

Keempat, di samping iman dan amal saleh, dia juga menegakkan shalat, menunaikan zakat. Bisa dilembari pada surah Al-Baqarah ayat 277. Ciri iman yang baik adalah yang berbuah amal; dan shalat yang tegak ketika peduli terhadap sosial.

Kelima, mengikuti petunjuk Allah. Ketika Adam bersama istrinya diturunkan ke bumi, salah satu petunjuk Allah adalah barangsiapa mengikuti hidayah-Nya, maka tidak akan takut dan sedih (QS. Al-Baqarah [2]: 38). Di surah Thaha malah: tidak akan tersesat dan sengsara.

Keenam, di samping beriman, juga berbuat ishlāh. Bukan saja menjadi shalih (baik), namun juga menjadi mushlih¸ menularkan dan menebarkan kebaikan di sekelilingnya juga menjadi pendamai (QS. Al-An`am [6]: 48) Bisa dikatakan juga bukan saja menjadi saleh secara individu, tapi juga saleh secara sosial.

Ketujuh, bertakwa dan berbuat ishlāh. Menjadi muttaqin (orang-orang yang bertakwa) dan mushlih (membuat perbaikan). Nasihat ini ditujukan kepada anak cucuk manusia. Bahwa ketakwaan dan perbaikan adalah faktor fundamental dalam menghilangkan rasa takut dan kesedihan di dunia.

Kedelapan, istiqamah dengan keimanan-Nya pada Allah. Pada surah Al-Ahqaf ayat 13, disebutkan secara plural bahwa orang-orang yang bersama-sama berkomitmen bahwa Tuhannya adalah Allah, kemudian mereka bersatupadu untuk istiqamah di jalan-Nya, maka tidak akan dihinggapi rasa takut dan duka.

Kesembilan, selain bertakwa, ia juga beriman pada ayat-ayat Allah sekaligus berserah diri pada-Nya (Baca surah Az-Zukuruf ayat 69-67).

Kesepuluh, wali Allah ( yaitu yang bercirikan iman dan takwa). Hal ini terdapat dalam surah Yunus ayat 62 dan 63. Sebagaimana sebelumnya, dampak iman dan takwa memang sangat dahsyat terhadap kondisi jiwa manusia.

Jadi kesimpulannya, jika ingin menjalani hidup di dunia yang fana ini tanpa rasa takut dan sedih, maka ada sepuluh hal yang harus dilakukan sepuluh hal tersebut. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here