Anjuran Makan dan Minum dengan Tangan Kanan, Kenapa?

makan tangan kanan
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ketika makan dan minum, dalam Islam ada adab-adab yang perlu diperhatikan. Di antaranya adalah dengan menggunakan tangan kanan; bukan tangan kiri.

Salah satu alasan yang bisa dibaca dalam hadits Nabi, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya. Sedangkan mengikuti langkah atau cara setan terlarang bagi manusia.

Ibnu Umar meriwayatkan sabda Nabi:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

“Jika salah seorang dari kalian hendak makan, maka makanlah dengan (tangan) kanannya, dan apabila mau minum, maka minumlah dengan (tangan) kanannya. Sesungguhnya setan makan dan minum dengan (tangan) kirinya.” (HR. Muslim) Nafi’ menambahkan, tidak boleh juga mengambil atau memberi (makanan) dengan tangan kiri.

Imam An-Nawawi dalam “Syarah Shahiih al-Muslim” (XIII/ 191) memberi penjelasan bahwa kandungan hadits ini adalah anjuran agar makan dan minum dengan tangan kanan.

Di samping itu, makruh menggunakan tangan kiri untuk makan dan minum. Ini dalam kondisi normal atau tidak ada udzur syar’i. Jika ada udzur, seperti sakit atau luka, maka tidak apa-apa.

Pelajaran lain dari hadits ini adalah menjauhi perbuatan-perbuatan yang menyerupai perbuatan setan. Dan setan, menurut keterangah hadits ini, memiliki dua tangan.

Ibnu Hajar Al-Asqalani memberi penjelasan dalam kitab “Fath al-Baary” (IX/522) mengenai makna setan makan dan minum dengan tangan kirinya.

Maknanya, “Setan mendorong para pengikut atau kekasih mereka untuk melakukan perbuatan itu untuk menyalahi orang-orang saleh.”

Sedangkan Ath-Thiby –sebagaimana dikutip Ibnu Hajar– memaknai : “Janganlah makan dengan tangan kiri. Jika kalian melakukan itu, maka kalian menjadi bagian dari wali atau teman dekat setan. Karena, para pengikut setan mendorong pengikutnya untuk melakukan itu.”

Dari keterangan tersebut, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil:

Pertama, dianjurkan makan dan minum dengan tangan kanan.

Kedua, makruh makan dan minum dengan tangan kiri, kecuali dalam keadaan terpaksa yang dibenarkan syariat, seperti sakit dan lain-lain.

Ketiga, setan memiliki dua tangan seta mendorong para pengikutnya untuk menyalahi perintah Allah dan menjauhi orang-orang saleh.

Keempat, larangan mengikuti langkah-langkah atau tata cara yang menyerupai setan sebagaimana keterangan Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Kelima, orang yang makan dan minum dengan tangan kirinya, tanpa ada alasan yang dibenarkan syariat, berarti menjadi golongan atau teman dekat setan. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here