Qarin: Teman Manusia dari Golongan Malaikat dan Jin

Ilustrasi langkah ke surga. Foto: Istimewa

Setiap insan memiliki dua teman yang selalu menyertai setiap saat. Dua teman manusia itu disebut Qarin, satunya mengajak pada kebaikan, dan lainnya menjerukuskan dalam kejahatan.

Allah SWT menugaskan satu qarin dari golongan Malaikat dan satu qarin dari golongan jin untuk menyertai setiap manusia.

Qarin dari golongan Malaikat diberi tugas memberi petunjuk dan bimbingan kepada manusia. qarin Malaikat-lah yang selalu mendorong manusia untuk berbuat baik. Sementara qarin jin selalu mengajak dan membujuk pada kejahatan.

Tak heran, dua kecenderungan ini selalu ada dalam diri manusia, yaitu rasa atau dorongan untuk selalu berbuat baik, dan di lain sisi selalu ada yang membisiki untuk berbuat jahat atau kemaksiatan.

Dalam Sahih Muslim terdapat sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud Ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang pun dari kalian melainkan telah ditugaskan kepadanya satu qarin dari golongan jin dan satu qarin dari golongan Malaikat.” Para sahabat bertanya: “Apakah engkau juga wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab: “Begitu juga aku. Hanya saja, Allah telah menolongku atasnya (terhadap qarin jin) sehingga ia masuk Islam (tunduk). Maka tidaklah dia (qarin jin) memerintahkanku kecuali kepada kebaikan.”

Dalam Kitab Al-Aqiidatu fii Dhauil Kitaab Wassunnah menulis, qarin dimaksud dari jenis Malaikat ini bukan Malaikat yang diperintah oleh Allah untuk mencatat amal. Malaikat pencatat amal adalah dua Malaikat selalu hadir dan mengawasi seorang hamba, dan tidak pernah meninggalkan tugasnya dari Allah.

Dalam Surah al-Qaf (50), ayat 17-18, dijelaskan bahwa kedua Malaikat itu duduk di (bahu) kanan dan kiri manusia. Tak ada satu pun yang luput dari perbuatan manusia, dari yang baik dan buruk. Kedua bersifat Raqiib dan Atiid yang artinya Malaikat pengawas yang selalu siap.

Dari penjelasan di atas diketahui pula bahwa Malaikat yang terus menyertai manusia ada tiga, yaitu dua Malaikat pencatat amal baik dan buruk, serta sari Malaikat qarin (pembisik kebaikan).

Dari Ibnu Mas’ud Ra, Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya setan memiliki bisikan dalam hati anak Adam dan Malaikat pun memiliki bisikan. Adapun bisikan setan adalah menjanjikan keburukan dan mendustakan kebenaran.

Adapun bisikan Malaikat adalah menjanjikan kebaikan dan membenarkan yang haq. Barang siapa yang mendapatkan hal seperti ini (bisikan Malaikat) maka ketahuilah bahwa itu berasal dari Allah dan hendaknya ia memuji Allah.

Barang siapa mendapati yang lainnya (bisikan setan), hendaklah ia meminta perlindungan Allah dari godaan setan yang teekutuk. Kemudian Beliau (Nabi) membaca Surah al-Baqarah (2) ayat 278:

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”

Agar pembaca mengatahui bagaimana qarin dari golongan jin dan Malaikat itu berlomba-lomba mengarahkan manusia, maka simak lah hadits berikut ini:

Al-Hafizh Abu Musa menyebutkan sebuah riwayat dari Abu Zubair, dari Jabir, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

Apabila seseorang hendak berbaring ke tempat tidurnya, maka dia diperebutkan oleh Malaikat dan setan. Malaikat berkata: “Mulailah dengan kebaikan.” Namun setan berkata: “Mulailah dengan keburukan.” Jika ia mengucapkan (membaca zikir di bawah ini), maka Malaikat akan mengusir setan dan senantiasa menjaganya:

Alhamdulillahilladzii ahyaa nafsii ba’da amaatahaa walam yumithaa fii manaamihaa, Alhamdulillahilladzii yumsikul-latii qadha alaihalmauta wayursilul ukhraa ilaa ajalin musammaa, Alhamdulillahilladzii yumsikus samaawaati wal ardhi an-tazuula, wain-zaalataa in amsakahumaa min ahadin min ba’dihi, Alhamdulillahilladzii yumsikus samaa-a an-taqa-a ‘alaal ardhi illaa bi-iznihi.

“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan jiwaku setelah memarikannya dan tidak mematikannya dalam tidurnya. Segala puji bagi Allah yang telah menggenggam jiwa yang Dia taqdirkan kematiannya dan melepaskan jiwa yang lainnya hingga jangka waktu tertentu. Segala puji bagi Allah yang telah menahan langit dan bumi agar tidak lenyap, dan jika keduanya lenyap maka tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Segala puji bagi Allah yang telah menahan langit agar tidak runtuh ke bumi kecuali dengan izin-Nya.” (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here