Abdullah bin Jahsyin dan Seni Berdoa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Setiap orang pada dasarnya bisa dan biasa berdoa. Namun, jarang yang mengerti bagaimana seni berdoa. Yaitu suatu doa yang bukan saja indah dan dalam maknanya, tapi sangat cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Kita akan mempelajarinya dari sosok sahabat Nabi yang bernama Abdullah bin Jahsyin.

Tatkala perang Uhud berlangsung, Abdullah turut serta berperang layaknya perang orang yang berambisi untuk syahid dan rindu padanya. Ketika Ia melihat Sa`ad bin Abi Waqash, terjadilah dialog di antara keduanya. Sa`ad menuturkan dalam suatu riwayat sebagai berikut.

Pada waktu perang Uhud, Abdullah bin Jahsyin bertanya kepada Sa’ad, “Apakah kamu tak (ingin) berdoa pada Allah?” “Ya!” jawab Sa’ad. Lalu keduanya pergi ke pinggir medan perang.

Sa’ad berdoa, “Wahai Tuhanku! Jika aku bertemu musuh, maka pertemukan aku dengan orang laki-laki yang sangat kuat, sangat emosional, aku memeranginya dan ia juga memerangiku, kemudian anugerahkan padaku kemenangan atasnya, hingga aku membunuhnya dan mengambil bajunya.”

Kemudian Abdullah bin Jahsyin mengaminninya. Setelah itu, giliran Abdullah yang berdoa: “Wahai Tuhanku! Anugerahkan untukku orang lelaki yang sangat emosional, sangat kuat, aku memeranginya karena-Mu ia juga memerangiku, kemudian ia mengalahkanku lalu memotong hidung dan kupingku, dan ketika aku bertemu dengan-Mu kelak (di akhirat) Engkau bertanya: ‘Kenapa hidung dan kupingmu terpotong?’ maka aku jawab, ‘itu (kupersembahkan) untuk-Mu dan Rasul-Mu’ lalu Engkau menjawab: “Engkau benar”.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here