Ibrahim bin Adham: Mengapa Doa Tak Dikabulkan?

Ilustrasi.

Suatu hari, Ibrahim bin Adham (W.162 H/778 M) ditanya oleh orang yang ingin mengadukan masalah pribadinya. “Mengapa doa kami tidak dikabulkan oleh Allah?”

Dengan sangat lugas, tokoh sufi besar itu menjawab, “Kalian sering berkata, ‘Kami mencintai Allah,’ tapi dalam waktu bersamaan, tidak mau mengamalkan perintah-perintah-Nya.”

“Kalian juga mengatakan, ‘Kami mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, tapi tidak mau mengamalkan sunnahnya. Kalian juga membaca Al-Qur`an, tapi tidak mengamalkan apa yang ada di dalamnya.”

“Sebagai contoh. Al-Qur`an mengatakan, ‘Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah dia musuh!’ (QS. Fathir [35]: 6), tapi kalian tidak menjadikannya sebagai musuh. Bahkan, kalian sesuai dengannya dan berjalan bersamanya untuk melakukan maksiat.”

“Selain itu, ketika kalian baru bangun tidur, yang diingat adalah aib orang, sementara itu, kalian sendiri mengabaikan aib sendiri dan membiarkannya. Inilah yang menyebabkan doa kalian tidak diterima (oleh Allah).” (Dr. Umar Abdul Kafi, al-Wa’du al-Haq, 2007: 257)

Beberapa poin menarik dari Ibrahim bin Adham mengenai alasan doa tak dikabulkan, yaitu:

Pertama, mengatakan cinta Allah tapi tak mengerjakan perintah-Nya.

Kedua, mengatakan mencintai Rasulullah, tapi tak mengamalkan sunnahnya.

Bagaimana mungkin bisa dikabulkan? Orang yang pintar menyampaikan, tapi tak pandai mengamalkan akan dimurkai oleh Allah. Firman-Nya:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)} [الصف: 2، 3]

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan [2] Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.[3]” (QS. Ash-Shaf [61]: 2, 3)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here