Keutamaan Menyembunyikan Amal Kebaikan

beramal
Ilustrasi

Menyembunyikan amal kebaikan menempati posisi yang agung di sisi Allah SWT.

Karena itu, di dalam hadits Nabi disebutkan:

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ خَبِيئَةٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ

“Barangsiapa di antara kalian mampu untuk berinvestasi amal saleh yang tersembunyi, maka kerjakanlah.” (HR. Al-Qudha’i)

Kata “al-khabi’ah” bermakna amal saleh yang disembunyikan. Tidak ada seorang pun yang mengetahui. Kalau pun ada, sangat sedikit dan tidak ada tujuan riya dan sum’ah/ Yang diharapkan hanya rida dan rahmat Allah Ta’ala.

Ada banyak sekali kisah yang diambil dari ulama salaf terkait masalah ini. Sebagaimana kisah Abdullah bin Mubarak yang membayar utang salah satu muridnya di daerah Tharsus sebanyak 10.000 dirham. Hal itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk membebaskan muridnya yang ditahan karena terlilit utang.

Menariknya, sepanjang hidup Abdullah bin Mubarak, pemuda itu tidak tahu bahwa yang membebaskannya adalah gurunya sendiri. Kisah ini baru diketahui setelah wafatnya Abdullah bin Mubarak. Itu pun karena diceritakan oleh orang yang meminjaminya hutang.

Kisah lain yang tak kalah menarik adalah Dawud bin Abi Hind. Selama 40 tahun tidak ada yang tahu kalau dia sedang berpuasa. Al-Kisah, beliau adalah seorang tukang roti di pasar. Setiap kali berangkat, dibawakan bekal makan. Ketika sudah sampai pasar, makanan itu malah dibagi-bagikan ke teman-temannya.

Hal itu dilakukan karena dia sedang berpuasa. Menariknya, keluarga di rumah mengira Dawud sudah makan bekalnya di pasar. Demikian juga orang yang di pasar, mengira bahwa Dawud sudah makan di rumah. Amal saleh tersembunyi berupa puasa itu selama 40 tahun lamanya tidak ada yang mengetahuinya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here