Doa ketika Melihat Orang yang Ditimpa Bala

Ilustrasi pasien infeksi virus corona. Foto: AnNTARA

MB Setiawan

Pada masa pandemi global seperti ini, ada doa yang diajarkan oleh Nabi ketika melihat orang yang tertimpa bala -ujian (bisa juga misalnya: orang yang terjangkit corona).

Bersumber dari Ibnu Umar dari ayahnya (Umar bin Khattab), Rasulullah bersabda:

مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلَاءٍ، فَقَالَ: الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا، إِلَّا عُوفِيَ مِنْ ذَلِكَ البَلَاءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ

“Barangsiapa yang melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan: Alhamdulillaahillaadzii ‘aafaanii nimmaabtalaaka bihi wa fadhdhalanii ‘alaa Katsiirin mimman khalaqa tafdhiilan (segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu, dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan) melainkan ia diselamatkan dari ujian tersebut, apapun hal tersebut selama ia masih hidup.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Abul Ala Mubarakfuri dalam kitab “Tuhfah al-Ahwadzi” (IX/275) menjelaskan hadits ini bahwa barangsiapa yang melihat orang yang sedang tertimpa musibah yaitu diuji dengan masalah fisik seperti sakit lepra, fisik kurang menarik seperti sangat pendek (cebol), tinggi yang berlebihan, buta, pincang, tangan bengkok dan semacamnya.

Demikian juga yang melihat orang yang diuji atau mendapat musibah secara keagamman seperti fasik, zalim, bid’ah, kafir dan semacamnya, maka ucapkanlah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِه

Sesungguhnya, afiyat itu maknanya lebih luas daripada bala (ujian, musibah). Karena orang diuji biasanya cendrung mengeluh dan gampang terfitnah. Kondisi demikian menjadi ujian baginya. Mukmin yang kuat menjalankannya, lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here