Rib’i bin Abi Amir: Kemerdekaan Sejati

Menjelang terjadinya perang Qadisiyah, ada sahabat yang diutus ke komandan Persia, Rustum. Di sela-sela pembicaraan sahabat itu berkata: “Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan manusia yang dikehendaki-Nya, dari penghambaan (sesama) hamba menuju kepada peenghambaan Allah (semata), dan dari kesempitan dunia menuju keluasannya, dan dari kezaliman agama-agama menuju keadilan Islam”.

Simak baik-baik perkataan yang baru tertulis ini. Kata-kata ini mengandung kebebasan dan membebaskan; mengandung kemerdekaan dan memerdekakan; mengandung kemakmuran dan memakmurkan; mengandung keadilan dan menegakkan keadalan. Bila ketiga unsur ini dimiliki oleh manusia maka tentu saja ia akan menjadi bahagia.

Siapa yang tidak mau hidupnya bebas tiada tekanan, makmur dan tenteram, sekaligus mendapatkan keadilan. Pasti ini merupakan idaman seseorang dalam mengarungi kehidupannya. Dari mana gerangan kata-kata arif ini terlantun? Kata-kata ini keluar dari seorang sahabat mulia bernama Rib’i bin ‘Amir Ats-Tsaqafi.

Kata-kata ini keluar ketika ia diutus Sa’ad bin Abi Waqash untuk menemui panglima perang Persia yang bernama Rustum. Dengan pakaian alakadarnya dan sangat bersahaja, Rib’i mendatangi markas Rustum. Waktu itu sudah disiapkan sedemikian rupa perhiasan-perhiasan seperti permadani dan emas sebagai suatu kebanggaan mereka.

Rib`i sama sekali tak ta’jub dan terkesan dengan semua itu. Ia menambatkan kuda pendeknya seraya masuk sambil membawa tombak dan baju perangnya. Ketika mengetahui hal itu, para pengawal Rustum marah bukan main, lalu menyuruh Rib`i meletakkan senjatanya.

Rib’i menolak dan berkata: “Aku kesini bukan karena keinginanku tapi kalianlah yang mengundangku, jika kalian tak mau dengan kondisiku yang seperti ini maka aku akan pergi”. Lihat betapa harga diri seorang Rib’i begitu besar sehingga Rustumpun membolehkannya tetap masuk, padahal tombak Rib`i merusak hiasan yang dipersiapkan. Rustumpun bertanya: “Kenapa kalian datang kemari?” Kemudian dijawab oleh Rib’i dengan jawaban seperti yang tertulis diatas tadi.

Kisah Rib’i ini merupakan cerminan seorang manusia yang bebas dan utuh. Kepribadian dan mentalnya sama sekali tidak terpenggal oleh tekanan-tekanan di luar dirinya. Tidak ada pertentangan antara yang dikatakan dan dibatinkan. Ia menggambarkan sosok manusia yang bebas dari segala bentuk tirani dan penindasan manusia. Dengan memeluk Islam ia merasa merdeka dari segala macam tirani.

Kemerdekaan dan kebebasan yang ia pahami bukan berarti bebas mutlak dan bebas nilai. Karena kebebasan dan kemerdekaan yang sesungguhnya ialah mengetahui bahwa manusia itu terbatas. Bahwa manusia itu makhluk yang lemah dan terbatas. Di atasnya ada Maha Yang Tak Terbatas Yang selalu memantau gerak-geriknya. Dari sikap dan prinsipnya ia menemukan kemerdekaan dan kebebasan sejati. Yang menarik dari kata-katanya ialah bukan saja ia adalah manusia merdeka dan utuh, ia juga memiliki dan membawa misi agung Islam berupa memerdekakan manusia dari segala macam bentuk tirani dan penuhanan manusia.

Tidak ada yang lebih utama kecuali Allah, dan yang terbaik di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa. Ia juga membawa misi Islam yang tak kalah penting berupa keluasan, ketentraman, dan keadilan. Perjuangan dan pengorbanannya sebagai manusia muslim dirajut dengan semangat memerdekan manusia dari perbudakan manusia, meluaskan kesempitan fisik dan maknawi duniawi mereka, menegakkan keadilan hingga tegak terpancang kedamaian dan kebahagiaan.

Manusia yang darinya tanggal unsur kemerdekaan, keluasan, keadilan adalah manusia yang bukan manusia. Manusia yang tak mampu mengawinkan dengan mesrah antara ruh dan raga, antara jasad dan hati, antara idealisme dan realisme. Benar mereka terlahir sebagai manusia secara fisik, tapi hatinya terkadang melebihi binatang, melebihi iblis. Misi besar yang disampaikan Rib`i bin `Amir adalah satu upaya untuk membebaskan manusia, mengutuhkan manusia, memanusiakan manusia, mengembalikan manusia pada kesejatiannya. (Aza)

Berita terkait

Fudhail bin Iyadh: Perampok Ulung yang Bertobat dan Menjadi Guru Para Ulama

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah." (QS Al-Hadid : 16) Ayat di atas membuka hati Fudhail bin Iyadh...

Ramadhan: Dari Penjajahan Menuju Kemerdekaan

Dalam buku “Api Sejarah 2” (2014: 319) Ahmad Mansur Surya Negara mencatat Ramadhan dalam perkembangan peristiwa sejarah di Indonesia sebagai the great time (titik...

Sayyidah Nafisah: Ingin Wafat dalam Kondisi Berpuasa

Figur yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah putri Hasan bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Beliau tumbuh berkembang di Madinah...

Zainab binti Jahsyin: Pernikahannya Diabadikan Al-Qur’an

Siapa yang tidak bangga kalau dinikahkan oleh Allah, dan diabadikan dalam ayat-ayat Al-Qur'an? Suatu hari, Zainab binti Jahsyin, merasa bangga kepada istri-istri Nabi yang lain...

Nu’aiman: Sahabat Nabi yang Jenaka

Tidak semua sahabat Nabi selalu bersikap serius dan kaku. Di antara mereka ada pula yang jenaka dan lucu. Salah satunya adalah yang bernama Nu'aiman. Kisah...

Amru bin Jamuh: Tetap Berjuang dengan Kaki Pincang

Dalam sejarah emas kehidupan sahabat Nabi Muhammad SAW, ada kisah menarik berkaitan dengan seorang yang memiliki keterbatasan berupa kaki yang pincang. Namun, semangat dan perjuangannya...

Kabsyah: Ibu Para Pahlawan

Ibu mana yang tidak bahagia, ketika anaknya tercatat sebagai pejuang bahkan pahlawan yang tidak hanya dikenal di bumi tapi juga menembus tujuh langit? Salah satu...

Masa Nabi Muhammad di Mekah

Sebagaimana riwayat Muslim, tak begitu berbeda dengan wilayah di berbagai belahan dunia di masa itu yang juga mendapat murka Allah. Saat itu, meminjam istilah...

Berita terkini

MUI Terbitkan Fatwa Idul Adha, Jaga Jarak Harus Diutamakan

Indonesiainside.id, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mmelalui omisi Fatwa mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban...
ads3 mekarsari

Pengamat: Wacana Reshuffle Erat Kaitan dengan Relasi Kekuasaan

Indonesiainside.id, Jakarta - Wacana reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap sejumlah menterinya hingga kini masih menimbulkan spekulasi, karena belum ditindak lanjuti oleh Jokowi. Pakar...

Antara Kasus Data Denny dan Unggahan Tuduhan Teroris, Pakar Hukum Pidana Minta Polisi Tidak Diskriminatif

Indonesiainside.id, Jakarta - Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar, menekankan agar penyidik kepolisian, tidak bertindak diskriminatif terhadap aktivis medsos Denny Siregar (DS). Dalam penegakan...

Wikan Sakarinto: Agar Diserap Industri, Peningkatan Kompetensi Lulusan Harus Jadi Perhatian

Indonesiainside.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan saat ini sedang menyusun indikator kinerja utama (IKU) untuk mengevaluasi program "pernikahan massal" antara pendidikan...

Berita utama

Pengamat: Wacana Reshuffle Erat Kaitan dengan Relasi Kekuasaan

Indonesiainside.id, Jakarta - Wacana reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap sejumlah menterinya hingga kini masih menimbulkan spekulasi, karena belum ditindak lanjuti oleh Jokowi. Pakar...

Antara Kasus Data Denny dan Unggahan Tuduhan Teroris, Pakar Hukum Pidana Minta Polisi Tidak Diskriminatif

Indonesiainside.id, Jakarta - Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar, menekankan agar penyidik kepolisian, tidak bertindak diskriminatif terhadap aktivis medsos Denny Siregar (DS). Dalam penegakan...

Pedagang Pasar Cibubur yang Pulang Kampung ke Madiun Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Madiun - Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bertambah dua menjadi 37 kasus setelah sekitar setengah bulan tanpa penambahan. Dua kasus...

Krisis Pelecehan Seksual di Mesir Berada pada Tingkat yang Mengkhawatirkan

Indonesiainside.id, Kairo –Kasus pelecehan seksual di Mesir kembali menjadi sorotan, menyusul berita tentang seorang pria berusia 22 tahun yang melecehkan lebih dari 100 mahasiswi,...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here