Shalat Di Era Covid-19, Tetap Lurus dan Rapatkan Shaf

Ilustrasi - Umat muslim Shalat Jumat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (20/3). Foto: ANTARA

Sebagian daerah telah mengetrapkan “Karantina” terbatas. Segala kegiatan yang mendatangkan banyak orang, ditiadakan. Termasuk pelaksanaan shalat jumat dan shalat berjamaah di masjid-masjid. Tetapi, di wilayah yang belum terdampak Covid-19, shalat jamaah 5 waktu tetap dilaksanakan. Bagaimana pelaksanaannya?

Bagi mereka yang tetap melaksanakan shalat 5 waktu berjamaah, ada syarat-syarat yang mesti ditaati. Mereka yang berusia 60 tahun keatas, rentan terseraf Covid-19. Karena itu, mereka yang berusia diatas 60 tahun dihimbau untuk shalat di rumah. Mereka yang badannya meriang, batuk-batuk, dan bersin-bersin, hendaknya juga tidak datang ke masjid.

Lalu, ada juga takmir masjid yang memberlakukan peraturan “aneh” ketika pelaksanaan shalat berjmaah. Yakni, jamaah satu dengan lainnya dibatasi dengan jarak 1 meter. Maka, nampaklah barisan orang yang sedang shalat berjamaah itu renggang-renggang.

Shalat adalah tiang agama. Jika shalat ditinggalkan, maka tiang-tiang itu akan keropos, umat pun akan terpuruk, baik secara individu maupun secara komunitas. Oleh sebab itu, sempurnakan shalat dengan berjamaah bagi laki-laki, di masjid-masjid Allah. Kesempurnaan shalat itu, menurut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, adalah dengan cara meluruskan dan merapatkan shaf.

Adalah sahabat Ibnu Umar menarasikan hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Luruskanlah shaf, rapatkan antara bahu dan bahu, isilah sela-sela yang kosong dan lenturkanlah dengan tangan-tangan saudara kamu, janganlah kamu meninggalkan tempat kosong untuk setan, barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutuskan shaf, maka Allah akan memutuskannya.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan an-Nasa’i)

Akan halnya pentingnya shaf ini, Ibunda Aisyah Radhiyallahu Anha menarasikan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang menyambung shaf dan orang yang mengisi celah yang kosong,dan Allah akan meninggikan derajat orang yang meluruskan shaf.”(HR. Imam Ahmad)

Karena itu, lurus dan rapatkan shaf. Karena dengan demikian,para pelakunya akan ditinggikan derajatnya. Mereka juga akan mendapat shalawat dari Allah dan para malaikatnya. Pahala shalawat itu akan meringankan mereka memasuki surga-Nya. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here