Fikih Darurat Covid-19: Syahid di Ujung Maut

Ilustrasi. Foto: Antara

Setiap muslim pasti ingin hidupnya berakhir husnul khatimah. Sebaik-baik husnul khatimah adalah mati dalam keadaan syahid.

Dalam tuntunan ibadah pada kondisi darurat Covid-19 dari Muhammadiyah menyajikan kajian fikih mengenai syahid. Siapa dan bagaimana predikat syahid dapat diraih di ujung perjuangan melawan virus corona tersebut?

Fikih darurat Covid-19 oleh Muhammadiyah itu menyebutkan, pasien Covid-19 yang meninggal dunia bisa meraih predikat syahid. Syaratnya, syahid akibat Covid-19 adalah mereka yang sebelumnya telah berikhtiar dengan penuh keimanan untuk mencegah atau mengobatinya.

Setelah berikhtiar dan ajalnya telah tiba, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang mati syahid. Dasarnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi SAW ketika suatu hari pernah ada wabah penyakit yang menular dan mematikan (al-tha’un) terjadi.

Korban wabah penyakit yang bertawakal dan berbaik sangka kepada Allah, akan mendapatkan pahala syahid:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَهَا أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ تَعَالَى عَلَى مَنْ يشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللهُ تَعَالَى رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنينَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ فِي الطَّاعُونِ، فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ؛ رواه البخاري

Dari ‘Aisyah ra, istri Nabi saw, (ia berkata): Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang al-tha’un. Nabi lalu menjawab: Sesungguhnya wabah al-tha’un (penyakit menular dan mematikan) itu adalah ujian yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Allah juga menjadikannya sebagai rahmat (bentuk kasih sayang) bagi orang-orang beriman. Tidaklah seorang hamba yang ketika di negerinya itu terjadi al-tha’un lalu tetap tinggal di sana dengan sabar (doa dan ikhtiar) dan mengharap pahala disisi Allah, dan pada saat yang sama ia sadar bahwa tak akan ada yang menimpanya selain telah digariskan-Nya, maka tidak ada balasan lain kecuali baginya pahala seperti pahala syahid [HR al-Bukhārī].

عنْ أبي هُرَيْرةَ قالَ: قالَ رَسُولُ اللَّه ﷺ: الشُّهَدَاءُ خَمسَةٌ: المَطعُونُ، وَالمبْطُونُ، والغَرِيقُ، وَصَاحبُ الهَدْم وَالشَّهيدُ في سبيل اللَّه

Dari Abū Hurairah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw bersabda: … Orang syahid itu ada lima: orang terkena wabah penyakit, orang mati karena sakit di dalam perutnya, orang tenggelam, orang tertimpa reruntuhan bangunan, dan orang syahid di jalan Allah (mati dalam perang di jalan Allah [HR al-Bukhārī]. (Aza/ Sumber: pwmu.co)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here