Sya’ban: Bulan Penyiapan Bekal Menuju Ramadhan

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Bulan Rajab sudah berlalu, dan hari ini kita telah memasuki bulan Sya’ban 1441 Hijriah. Bulan ini, dinamakan “sya’ban” karena dulu suku-suku Arab bercabang-cabang (berkelompok-kelompok) dalam perang dan pertempuran setelah mereka keluar dari bulan Rajab (yang termasuk bulan haram).

Apa yang kita ketahui tentang bulan Sya’ban? Yaitu bulan untuk persiapan untuk Ramadhan. Bulan banyak berpuasa. Bulan banyak ibadah dan bulan ketaatan. Dalam buku “Lathâ`ifu al-Ma’ârif fîmâ limawâsim al-‘Âm min al-Wadzâ`if” (1999: 234), Ibnu Rajab al-Hanbali menukil gambaran menawan dari ulama terkait bulan Sya’ban yang diutarakan oleh Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi, dan sebagian ulama lainnya.

“Bulan Rajab,” tutur Abu Bakar al-Balkhi rahimahullah, “adalah bulan bertanam. Sedangkan Sya’ban adalah bulan pengairan tanaman. Adapun Ramadhan adalah bulan panen tanaman.” Jadi, mamasuki bulan Sya’ban ini seolah-olah kita sedang mengairi, merawat sawah yang hasil ketaatannya bisa dipanen di bulan Ramadhan. Tidak salah jika bulan ini disebut sebagai penyiapan bekal.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam banyak berpuasa pada bulan Sya’ban, karena ia adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh kebanyakan orang. Ia juga merupakan bulan yang amalan setahun penuh diangkat.

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu berkata: aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebulan di antara bulan-bulan lain seperti yang engkau puasa di bulan Sya’ban.’ Nabi menjawab, “Itu adalah bulan di mana orang banyak melalaikannya antara Rajab dan Ramadhan, ia adalah bulan di mana amalan-amalan diangkat ke Tuhan Semesta Alam, maka aku suka saat amalanku diangkat ketika aku sedang berpuasa.”(HR. Nasai, dihasankan Al-Albani)

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya amalan setahun diangkat pada bulan Sya’ban. Para salaf pada bulan tersebut memperbanyak baca al-Qur`an hingga di antara mereka ada yang menutup tokonya untuk meluangkan waktu sendirian membaca al-Qur`an.”

Salamah bin Quhail berkata, “Bisa dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan qurra (para pembaca al-Qur`an), dan mereka antusias membantu orang miskin di bulan Sya’ban untuk menyambut Ramadhan dengan yang bisa menggembirakan keluarga dan anak-anaknya.

Telah diriwayatkan dari sebagian salaf, bahwa ketika mereka memasuki bulan Sya’ban, mereka mengeluarkan zakat harta mereka sebgai penguat bagi orang yang lemah dan miskin dalam berpuasa Ramadhan.
Jadi, dalam bulan Sya’ban persiapan bagi jiwa untuk menyambut Ramadhan dengan kondisi dan amal terbaik. Sudahkah kita siap membekali diri menyongsong bulan Ramadhan? Kita tentu tidak ingin pandemi global menjadi alasan untuk tidak menyiapkan diri sebaik-baiknya menyambut Ramadhan. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here