Tokoh dan Peristiwa di Indonesia di Bulan Sya’ban

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Bagi umat Islam, Sya’ban adalah bulan yang terdapat banyak kemuliaan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Sya’ban juga dikatakan sebagai mukadimah musim ampunan Allah di bulan Ramadhan. Di bulan inilah amalan setahun diangkat ke hadirat Allah Rab semesta alam.

Selain bulah ibadah untuk menyambut Ramadhan, ternyata banyak juga kejadian bulan Sya’ban mengabadikan banyak peristiwa dan sejarah tokoh di Indonesia.

Pertama, pada tanggal 3-6 Sya’ban 1371 H (28 April – 1 Mei 1952 M) NU mengadakan Muktamar ke-19. Salah satu keputusan dalam muktamar itu adalah NU memisahkan diri secara organisatoris dari Masjumi dan usul memfederasikannya (Api Sejarah II, 341).

Kedua, pada hari Sabtu 5 Sya’ban 1346 H (29 Januari 1928) berdiri Medjelis Oelama Indonesia yang diusulkan oleh Hadji Agoes Salim dalam National Congres Partai Sjarikat Islam Indonesia di Djogjakarta (Api Sejarah II, 496).

Ketiga, pada tanggal 13 Sya’ban 1388 H (5 November 1968 M) dalam Muktamar Parmusi di Malang, secara aklamasi Mr. Mohamad Roem dipilih sebagai Ketua Umum (Api Sejarah II, 492).

Keempat, bulan Sy’aban mengingatkan kita atas wafatnya tokoh Islam Indonesia yang sangat berjasa bagi umat Islam, bangsa dan negara. Beliau adalah Mohammad Natsir.

Dalam buku “M. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya” (27, 28) karya Thahir Luth, disebutkan bahwa pada tanggal 14 Sya’ban 1413 H (6 Februari 1993), M. Natsir wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta dalam usia 85 tahun.

Mantan Perdana Menteri Jepang yang diwakili Nakadjima menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian tokoh besar ini, “Berita wafatnya M. Natsir terasa lebih dahsyat dari jatuhnya bom atom di Hirosima.”

Kelima, pada tanggal 16 Sya’ban 1323 H (16 Oktober 1905 M) berdiri Sjarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Hadji Samanhoedi (Api Sejarah I, 436).

Keenam, pada 20 Sya’ban 1378 (28 Februari 1959), Majelis tinggi Al-Azhar memberikan kepada Al-Ustadz Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), Ulama Islam Indonesia yang besar derajat Syaraf Ilmiah Syahadah Al-Alimiah (Doktor Honoris Causa). (Kenang-kenangan 70 Tahun Hamka, 1983: 294).

Ketujuh, menurut keterangan buku tipis Pembangoen Indonesia himpunan Sinar Kaoem Moehammadijah (C 1, 1937: 23), pada hari Sabtu tanggal 24 Sya’ban 1287 H, Ahmad Dachlan dilahirkan. Menurut Drs, Oman Fathurahman (Ahli Falak Mejelis Tarjih) kelahiran beliau bertepatan tanggal 19 November 1870 M.

Kedelapan, pada tanggal 28 Sya’ban 1364 (7 Agustus 1945) dibentuk Dokuritsu Zyunbi Linkai (Panitia Persiapan Kemerdekaan). (Api Sejarah II, 145).

Dari delapan peristiwa itu, pembaca bisa tahu bahwa di bulan ini ada peristiwa-peristiwa sejarah yang penting diingat. Apalagi bisa diambil pelajaran yang terkandung di dalamnya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here